MT – Glaxo Smith Kline (GSK)

Info yang satu ini juga bakal sulit kalian cari di internet termasuk kaskus. Glaxo Smith Kline atau kami biasanya menyebut GSK. Apa sih itu? Itu lho perusahaan sensodyne, scott emulsion, panadol, dsb. Ini adalah perusahaan farmasi yang berasal dari Inggris dengan sejarah yang panjang, cek saja webnya.

Nah langsung saja pada proses rekrutmen ya. Saya lupa entah kapan apply, yang jelas saya apply via ECC UGM. Setelah lowongan ditutup, aksi pun dimulai. Mereka akan melakukan interview by phone yang dilakukan oleh perusahaan konsultan mereka. Interview full english by phone tanpa ada rencana dan janjian dari awal. Cerita punya cerita, kami berbagi pengalaman dengan teman-teman yang lolos, ada yang baru bangun tidur, ada yang sedang angkat-angkat barang alias nguli, dsb. Jadi jika kalian apply di perusahaan ini, harus segera latihan interview english. Proses ini mengugurkan banyak sekali kandidat, yah maklumnya karena dadakan by phone. Saya termasuk orang yang lolos.

Secara umum, tahapan rekrutmennya seperti di bawah ini :

  1. CV selection
  2. Phone interview
  3. HR interview
  4. Assesment Test
  5. Medical Check Up
  6. Offering

Setelah lolos interview by phone, kami diundang untuk mengikuti presentasi perusahaan dan interview HR. Nah saat itu kami diundang ke D3 Teknik UGM dan yang lolos interview by phone hanya sekitar 12 dari ratusan. Sesuatu banget kan. Apa yang menjadi daya tarik dari program MT ini adalah sistem kerja dan kontraknya yang menguntungkan bagi kita.

Nama programnya SMLP (Sales Marketing Leader Program) tapi bukan consumer product seperti sensodyne dsb. Akan tetapi untuk produk farmasi mereka. Jadi kita akan menjalani program selama 2 tahun. Setahun sebagai medical representative, 6 bulan di factory, 6 bulan di HO (head office). Tidak ada tahan ijazah, tidak ada penalty, dan uji coba 3 bulan. Setelah 3 bulan kita berstatus karyawan tetap alias permanen dengan jalur MT. Jika kalian setahun bekerja merasa tidak cocok, bisa resign, dsb. Tidak ada pemaksaan disini. Itulah enaknya bagi yang berniat study lanjut atau nyambi nyari pekerjaan lain. Haha… Soal gaji, ini perusahaan Eropa bung, standar di atas Jepang (seharusnya). Kita diproyeksikan sebagai pemimpin untuk masa depan.

Lanjut ke proses rekrutmen ya. Nah setelah lolos interview HR kita akan dijadwalkan untuk ke Jakarta. Ada sekitar 6 orang dari kami yang lolos interview, tetapi setelah sampai Jakarta kami bertemu kandidat lain yang berjumlah 6 orang juga. Jadi ada 12 kandidat untuk 4 posisi. Untuk jumlah posisi, GSK saat itu agak menyembunyikan, alasannya 4 itu bukan jumlah mutlak, bisa saja menjadi 6 apabila kandidat memang bagus seperti tahun sebelumnya, begitulah kata Ibu Yuki.

Kita harus mencari penginapan bagi yang tidak berdomisili di Jakarta. Saat itu kami yang berasal dari region Jawa Tengah DIY mendapat kompensasi sebesar Rp 800.000,- untuk ongkos dan biaya penginapan, tetapi yang region Jawa Barat mendapat uang pengganti sebesar Rp 150.000,- :D. Mencari penginapan murah hukumnya wajib bagi yang ingin mengirit πŸ˜€

Di hari pertama, acaranya dimulai dari pukul 09.00 WIB dan tidak ada kegiatan test. Semuanya presentasi, mulai dari profil perusahaan, program MT, sambutan Manager HRD, presentasi dan share pengalaman dari senior yang sedang menjalani MT. Kami dikenalkan kepada semua jajaran direksi. Perusahaan ini memiliki suasana kerja yang hangat, enjoy, dan tidak ada senioritas. Semua sangat ramah-tamah. Acara selesai setelah zhuhur dan kami sangat direkomendasikan untuk tidak jalan-jalan di malam hari karena Assesement Test akan sangat menguras energi dan seharian penuh. Selesai acara presentasi, kami dihadiahi lembaran kertas yang berisi tentang profil suatu perusahaan (full english), nah kami diwajibkan membaca karena akan sangat diperlukan untuk assesement keesokan harinya.

Di hari kedua, kami yang berjumlah 12 orang dibagi menjadi 2 kelompok. Acara dimulai pada pukul 07.30 WIB. Susunan acara sebagai berikut :

  1. Play role (aku lupa nama test ini, tapi akan kujelaskan detail nanti)
  2. Written test
  3. Interview
  4. Presentasi
  5. FGD

Acara pertama dan kedua, kelompok yang dibagi bergantian. Jadi saat kelompok satu mengerjakan tes kedua, kelompok dua mengerjakan tes satu, bergantianlah. Tes satu yang saya namakan play role yaitu kita berperan sebagai Bos atau apalah dimana bawahan kita berniat mau resign. Nah Bapak Direksinya berperan sebagai bawahan kita. Tugas kita memutuskan apakah akan melepas atau mempertahankan karyawan tersebut sesuai dengan profil dan prestasi serta kebutuhan perusahaan. Tes ini dilakukan bisa menggunakan english maupun indonesia dan menurut saya yang waktu itu menggunakan english, tidak ada pengaruh yang signifikan karena bukan english kita yang dinilai (menurutku). Tetapi kalau kalian mantap menggunakan english, yah akan lebih baik buat pemanasan lidah karena test berikutnya full english. Saya melihat profil karyawan dari sebuah kertas yang disediakan dan kita diberi waktu 5-10 menit untuk mempelajari di dalam ruangan sedangakan Bapak Direksinya keluar ruangan. Setelah waktu selesai, beliau masuk dan proses pun dimulai selama kurang lebih 30 menit, hingga akhirnya saya memutuskan untuk mempertahankan si karyawan bukan karena prestasi melainkan kecintaannya terhadap perusahaan serta memiliki visi yang bagus meskipun si karyawan mengalami kejenuhan di bidang yang sedang dijalani. Solusinya adalah dengan memindahkan ke divisi lain atau daerah lain atau memberikan tanggung jawab yang lebih besar.

Acara kedua yaitu written test. Oh iya aku jelaskan terlebih dahulu. Selama saya mengikuti tes ini, saya merasa ini bukan passionku karena menjadi medrep bukanlah sesuatu yang ingin ku lakukan. Ini cukup mengganggu dalam mengerjakan tes, bukan hanya saya, beberapa teman ternyata juga merasakan hal yang sama. Meski akan dijanjikan sebagai future leader, tetapi profesi medrep bukan hal yang saya ekspektasikan.

Di written test, kita diberi serangkaian lembaran soal yang berisi profil perusahaan, produk, kompetitor, dsb dimana perusahaan perlu merasa berkembang dengan berbagai strategi, nah apa strategi yang akan kita lakukan? Itulah intinya. Membaca lembaran yang begitu banyak dan full english membuatku agak pusing, maklum bukan pecinta reading passage. Setelah kita menuliskan serangkaian solusi dan strategi, kita akan mempresentasikannya juga yang akan dimasukkan dalam tes 4 dan 5. Jadi tes 2, 4, dan 5 saling terkait. Kita menggambar terserah, mau skema, tulisan, gambar, dsb di selembar kertas karton yang akan digunakan untuk presentasi nanti. Menurutku, menguasai problem di tes kedua ini adalah kunci untuk sukses di tes 4 dan 5.

Masuk ke tes ketiga yaitu interview. Nah ini seperti interview umumnya, hanya saja langsung dengan Direksi. Menurutku aku gugur di tes ini karena si Ibu selalu menanyakan prestasi yang dicapai, bukan kepada skill atau pengalaman. Beda interviewer beda selera ya. Yang jelas aku merasa gugur di tes ini. Selalu prestasi yang ditanyakan. Jujur saja aku tidak memiliki prestasi yang dimaksud. Sementara kandidat lain ada yang pertukaran pelajar keluar negeri, juara PKM, dsb. Penjelasanku tentang pengalaman pengabdian dan sebagainya tidak berpengaruh baginya. Jadi bagi teman-teman siapa tahu ada yang mendapat ibu ini, aku lupa namanya, harus menyiapkan segudang prestasi yang akan membuat dia tecengang. Skill mampu bernegosiasi, suka mempengaruhi orang lain, suka bertemu orang, tidak ada pengaruhnya bagi si Ibu meski posisi yang kita lamar membutuhkan skill seperti itu.

Masuk ke tes keempat. Setelah melewati tes ketiga, aku agak illfeel sama si Ibu, membuat konsentrasi buyar dan benar saja, dia nongol di tes keempat ini. Semakin kacaulah pada tes ini. Pada tes ini kami melakukan presentasi dari hasil analisis yang kami lakukan pada tes kedua. Menggunakan selembar karton. Sungguh sangat tidak beruntung bagiku saat itu karena aku mendapat giliran pertama. Aku belum menata diri atas kegagalan di tes sebelumnya dan langsung melakukan presentasi. Inilah presentasi terkacau yang pernah aku lakukan. Tak jelas, tak beraturan, muter-muter, suara juga tidak kencang. Selesai sudah bagiku.

Tes kelima kami melakukan FGD yang mana dari semua permasalahan yang kami hadapi dari problem yang kami dapat pada tes kedua, kami harus menyatukan pendapat untuk merumuskan strategi baru secara global. Pada tes ini aku merasa yakin bisa dan diskusi berjalan mengalir lancar. Namun aku yakin, dua tes sebelumnya sudah mengugurkanku. Jika kuingat posisi medrep, aku merasa sangat beruntung tidak lolos, namun jika kuingat karena usaha yang belum maksimal, khususnya pada bagian presentasi, aku merasa sangat marah sama diri sendiri. Ketidaksukaanku pada mereka yang menginterview yang selalu menanyakan prestasi akademik membuatku muak. Muak sekali. Haha…

Selanjutnya kami berkumpul, berfoto bareng dan bertukar contact seperti biasa. Menunggu hasil πŸ˜€

Iklan

Pengumuman β€œtidak” Penting

Kesibukan membuat blog ini terabaikan dan tidak terurus. Alhamdulillah materi yang tersaji di dalamnya masih bisa bermanfaat bagi semua terutama mahasiswa baru atau peternak baru bahkan salah satu abdi negara yang pernah mampir. Kesibukan masih akan terus berlanjut seiring dan saya berharap blog ini tetap akan eksis memberikan info yang bermanfaat bagi semua terkhususnya saya pribadi dan rekan sepeternakan.

Inti dari posting saya kali ini yaitu blog ini akan segera update berkala dalam beberapa waktu yang belum bisa ditentukan. Semoga di awal 2014 sudah aktif kembali atau paling lambat di februari 2014. Saya tidak pernah lagi mengecek alamat link donlot, so yg mau donlot tapi linknya mati, mohon diinfokan ke sata. Bagi teman-teman yang punya sumbangsih ide silahkan PM saja ya. Terima kasih

Salam saya

Dede Ardiansyah Putra

[Info] Alamat Dinas Peternakan/Yang Melaksanakan Fungsi Pembangunan Peternakan

Tidak semua kabupaten memiliki dinas peternakan. Ada yang digabungkan dengan dinas pertanian maupun dinas kelautan serta dinas lainnya yang melaksanakan fungsi seperti dinas peternakan.

Bagi lulusan sarjana peternakan yang berminat untuk kerja di Dinas Peternakan, tentu sangat besar kesempatannya. Apa lagi saat ini telah terjadi pemekaran kabupaten di beberapa provinsi dimana masing-masing kabupaten yang baru pasti akan membentuk Dinas Peternakan/yang melaksanakan fungsinya. Otomatis, lulusan sarjana peternakan sangat dibutuhkan disana.

Info alamatnya klik di sini

Semoga bermanfaat…

Pengumuman…!!! Minta Waktunya Sebentar Boleh Ya???:

Bagi teman-teman yang memiliki “sesuatu” tentang dunia peternakan, ayo sharing dan join di sini. “Sesuatu” itu bisa apa saja. Baik itu ebook, info terbaru, info langka, info penting, pengalaman, permasalahan, info kontes, jadwal kontes, penyakit, dan info menarik lainnya. Apa saja deh yang terkait tentang bidang peternakan.

Kalau pun ada yang mau membantu membangun blog yang sederhana ini, saya terima dengan tangan terbuka.

Sebagai catatan, tidak ada imbalan atau upah atau komisi lho. Yang pasti kita berbagi di sini berdasarkan 2 landasan.

Yang pertama sebagai amal ibadah kalau kita ikhlas dan mudah-mudahan bermanfaat bagi yang lain.

Yang kedua, setidaknya ini salah satu cara bagi kita untuk memberi sumbangsih bagi negeri kita Indonesia. Kita bisa membantu menyebarkan info-info yang bermanfaat bagi yang lain dan semoga ini bisa menjadi salah satu jembatan menuju swasembada di negeri ini (walaupun jembatan yang kita buat ini sangat kecil dan mungkin tidak dilalui orang lain).

Partisipasi teman-teman sangat saya nantikan.

Untuk teknisnya bisa hubungi saya di bawah ini:

  1. Email : padhe.de@gmail.com
  2. CP : 0858 7904 1036

(Kambing Peranakan) Ettawa, Etawa, Ettawah, atau Etawah?

Saya pernah kebingungan untuk menulis EYD yang tepat hanya untuk kambing PE ini. Yaitu saat hendak menulis laporan magang, tugas, dan lain sebagainya. Banyak buku yang saya punya menuliskan dengan ejaan yang berbeda-beda. Tepat seperti yang ada di judul. Oleh karena itu, bagi teman-teman yang hendak menulis, hendaknya hal ini diperhatikan walau terlihat sepele. Pembaca yang tahu akan bisa mengerti karakter si penulis yang terkesan kurang cermat. Parahnya lagi, kalau ada buku yang diterbitkan oleh suatu percetakan dengan penulisan “Judul Buku” yang sudah salah. Menurut penilaian saya, percetakan tersebut hanya mengejar keuntungan semata. Itu menurut saya lho…

Nah, silahkan bagi teman-teman yang akan berkunjung ke toko buku, swalayan buku, Gramedia, dan sebagainya. Carilah buku-buku yang berkaitan dengan kambing PE ini. Akan ditemukan banyak sekali perbedaan. Ada yang menulis “Etawa” atau “Ettawa”, dan sebagainya. Umumnya itu buku-buku petunjuk teknis yang terkesan mengejar untung belaka. Dan saya punya satu buku tentang kambing PE, si penulis bahkan bertitel “SE”. Gak masalah juga sih. Tetapi etika dimana bung? Bagaimana penilaian orang terhadap kita, kalau kita menulis sesuatu yang bukan keahlian dan parahnya lagi kita baru terjun ke dunia tersebut atau bahkan tidak terjun. Ya gak masalah juga sih kalau memang tahu. Tetapi etika dimana bung? Bagaimana penilaian “Kamu” jika kamu menulis tentang kesehatan manusia dalam hal ini kanker paru-paru misalnya. Kamu menulis tentang kanker paru-paru, sedangkan kamu bukan orang medis. Mungkin kamu penderita barang kali. Gak masalah juga sih. Tetapi etika dimana bung?

Itulah pendapat saya. Nah, kembali ke pembahasan utama kita tentang kambing PE. Saya kasih tips untuk mengetahui mana yang benar…

  1. Jangan melihat buku praktis yang saat ini sedang marak, kenapa? Karena jika ada 3 buku, maka minimal ada 2 perbedaan. Entah itu kombinasi Etawah dan Etawa, atau Ettawa dan Etawah, dan sebagainya.
  2. Lihat saja KBBI yang terbaru, kalau memang sudah ada di dalam KBBI. Mungkin saja belum, mungkin saja sudah.
  3. Jangan lihat skripsi, tesis, dan jurnal. Karena jawabannya seperti no 1.
  4. Yang terakhir, ini logikanya. Dari mana kambing itu? India bukan? Punya Google maps? Nah ketikkan saja di situ antara 4 kata tadi yaitu “Etawa, Etawah, Ettawa, dan Ettawah”. Pasti akan tahu hasilnya dan hanya satu yang benar. Itulah logika sederhananya.
  5. Gak punya google maps? Tenang saja. Dengan mengetik di search engine google juga masih bisa, tetapi harus diikuti dengan keywords “India” dan jangan masuk ke “Google.co.id” karena yang akan ditemukan halaman berbahasa Indonesia, yang artinya isinya didominasi oleh blog-blog Indonesia dan akhirnya akan sama seperti jawaban no 1.

Itulah info tidak penting dari saya. Kalau ada yang punya tips lain, silahkan dibagi ke kita. Satu lagi, sekecil apa pun kesalahan itu, mari kita luruskan. Sebab kesalahan besar berawal dari kesalahan kecil yang terus menumpuk dan membudaya, dan akhirnya tidak tahu lagi mana yang benar dan yang salah…

Perbedaan Plasma Nutfah & Sumber Daya Genetik Ternak (SDGT)

Teman, dari judul di atas, kira-kira ada yang tahu jawabannya gak ya? Kalo yang sudah tahu, silahkan diberi tahu yang lain, kalau yang belum, nih dia jawaban dari saya.

Masih ingat gak ebook yang saya upload berjudul “Petunjuk Teknis – POTENSI PLASMA NUTFAH KAMBING LOKAL INDONESIA”. Nah pada postingan tersebut saya mengomentari sedikit tentang kambing yang digolongkan ke dalam plasma nutfah, pada hal ada yang seharusnya masuk ke Sumber Daya Genetik Ternak (SDGT). Di postingan selanjutnya akan saya upload Kepmentan tentang “Kambing Kaligesing” yang di dalamnya tertulis dengan jelas SDGT bukan plasma nutfah.

Saya tahu dari dosen saya tentang perbedaan tersebut dan tertulis jelas di bukunya yang kalau diizinkan untuk dishare, akan saya share di blog ini.

Sapi Bali termasuk plasma nutfah, kambing kacang termasuk plasma nutfah, sapi Aceh termasuk plasma nutfah, burung Cendrawasih juga termasuk plasma nutfah, dan masih banyak lagi lho.

Sapi PO termasuk SDGT, kambing Kaligesing termasuk SDGT, kambing Boerka termasuk SDGT, sapi PFH termasuk SDGT, dan juga masih banyak lagi.

Dari contoh tersebut dapat kita tarik kesimpulan perbedaan plasma nutfah dan SDGT. Dimana plasma nutfah merupakan kekayaan yang dimiliki oleh suatu daerah dan memang berasal dari daerah tersebut serta merupakan galur murni. Nah kalau SDGT juga merupakan kekayaan yang dimiliki oleh suatu daerah akan tetapi bukan berasal dari daerah tersebut dan umumnya bukan galur murni walaupun masih galur murni tetap termasuk SDGT karena bukan asli dari daerah setempat.

Kalau kita flash back dimana kambing Kaligesing berasal dari India dan telah menyesuaikan dengan kondisi iklim Indonesia sehingga terbentuk rumpun baru yang masih galur murni dari Etawa. Kalau sapi Bali jelas merupakan plasma nutfah karena memang berasal dari Indonesia yaitu dari banteng liar di hutan Indonesia.

Nah begitulah perbedaannya. Ada yang mau berpendapat lain?

Request Bapak Tentang Induk Pasca Melahirkan

Untuk Bapak yang merequest ebook tentang pemeliharaan induk pasca melahirkan, pembahasan tersebut ada di beberapa ebook.

  1. Petunjuk Pemeliharaan Bibit Sapi Perah” Pada Bab IV, di bab tersebut pembahasannya sangat lengkap menurut saya pribadi.
  2. Petunjuk Pemeliharaan Sapi Brahman Cross” Pada Bab II, di bab ini pembahasannya cukup ringkas tetapi cukup mewakili kondisi keseluruhan.
  3. Tropical Dairy Farming“, berbahasa Inggris, tetapi pembahasannya sangat lengkap. Contoh, cara mendapatkan Body Condition Scoring setelah setelah melahirkan (masa laktasi) di bahas di bab 18. Masih banyak bab lain yang juga terkait dengan manajemen pemeliharaan induk.
  4. “Modul SMK – Pertolongan Sapi Beranak”, saya belum membaca sama sekali ebook ini, tetapi mungkin isinya ada kaitannya dengan yag bapak minta. (Segera saya upload).
  5. Agribisnis Teknik Ruminansia Jilid 3“, ebook ini juga sangat lengkap dan recommended bagi kita semua, di dalamnya juga membahas tentang pemeliharaan.

Demikian, semoga bermanfaat.