(Kambing Peranakan) Ettawa, Etawa, Ettawah, atau Etawah?

Saya pernah kebingungan untuk menulis EYD yang tepat hanya untuk kambing PE ini. Yaitu saat hendak menulis laporan magang, tugas, dan lain sebagainya. Banyak buku yang saya punya menuliskan dengan ejaan yang berbeda-beda. Tepat seperti yang ada di judul. Oleh karena itu, bagi teman-teman yang hendak menulis, hendaknya hal ini diperhatikan walau terlihat sepele. Pembaca yang tahu akan bisa mengerti karakter si penulis yang terkesan kurang cermat. Parahnya lagi, kalau ada buku yang diterbitkan oleh suatu percetakan dengan penulisan “Judul Buku” yang sudah salah. Menurut penilaian saya, percetakan tersebut hanya mengejar keuntungan semata. Itu menurut saya lho…

Nah, silahkan bagi teman-teman yang akan berkunjung ke toko buku, swalayan buku, Gramedia, dan sebagainya. Carilah buku-buku yang berkaitan dengan kambing PE ini. Akan ditemukan banyak sekali perbedaan. Ada yang menulis “Etawa” atau “Ettawa”, dan sebagainya. Umumnya itu buku-buku petunjuk teknis yang terkesan mengejar untung belaka. Dan saya punya satu buku tentang kambing PE, si penulis bahkan bertitel “SE”. Gak masalah juga sih. Tetapi etika dimana bung? Bagaimana penilaian orang terhadap kita, kalau kita menulis sesuatu yang bukan keahlian dan parahnya lagi kita baru terjun ke dunia tersebut atau bahkan tidak terjun. Ya gak masalah juga sih kalau memang tahu. Tetapi etika dimana bung? Bagaimana penilaian “Kamu” jika kamu menulis tentang kesehatan manusia dalam hal ini kanker paru-paru misalnya. Kamu menulis tentang kanker paru-paru, sedangkan kamu bukan orang medis. Mungkin kamu penderita barang kali. Gak masalah juga sih. Tetapi etika dimana bung?

Itulah pendapat saya. Nah, kembali ke pembahasan utama kita tentang kambing PE. Saya kasih tips untuk mengetahui mana yang benar…

  1. Jangan melihat buku praktis yang saat ini sedang marak, kenapa? Karena jika ada 3 buku, maka minimal ada 2 perbedaan. Entah itu kombinasi Etawah dan Etawa, atau Ettawa dan Etawah, dan sebagainya.
  2. Lihat saja KBBI yang terbaru, kalau memang sudah ada di dalam KBBI. Mungkin saja belum, mungkin saja sudah.
  3. Jangan lihat skripsi, tesis, dan jurnal. Karena jawabannya seperti no 1.
  4. Yang terakhir, ini logikanya. Dari mana kambing itu? India bukan? Punya Google maps? Nah ketikkan saja di situ antara 4 kata tadi yaitu “Etawa, Etawah, Ettawa, dan Ettawah”. Pasti akan tahu hasilnya dan hanya satu yang benar. Itulah logika sederhananya.
  5. Gak punya google maps? Tenang saja. Dengan mengetik di search engine google juga masih bisa, tetapi harus diikuti dengan keywords “India” dan jangan masuk ke “Google.co.id” karena yang akan ditemukan halaman berbahasa Indonesia, yang artinya isinya didominasi oleh blog-blog Indonesia dan akhirnya akan sama seperti jawaban no 1.

Itulah info tidak penting dari saya. Kalau ada yang punya tips lain, silahkan dibagi ke kita. Satu lagi, sekecil apa pun kesalahan itu, mari kita luruskan. Sebab kesalahan besar berawal dari kesalahan kecil yang terus menumpuk dan membudaya, dan akhirnya tidak tahu lagi mana yang benar dan yang salah…

Perihal Dede Ardiansyah Putra
Alumni Sarjana Peternakan Universitas Sebelas Maret Surakarta

One Response to (Kambing Peranakan) Ettawa, Etawa, Ettawah, atau Etawah?

  1. Michael Robert Brown mengatakan:

    Hi, was just going through the google looking for good info and stumbled across your website. I am stunned at the design that you’ve on this site. It shows how you appreciate this subject.

Berkomentar Please?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: