Perbedaan Plasma Nutfah & Sumber Daya Genetik Ternak (SDGT)

Teman, dari judul di atas, kira-kira ada yang tahu jawabannya gak ya? Kalo yang sudah tahu, silahkan diberi tahu yang lain, kalau yang belum, nih dia jawaban dari saya.

Masih ingat gak ebook yang saya upload berjudul “Petunjuk Teknis – POTENSI PLASMA NUTFAH KAMBING LOKAL INDONESIA”. Nah pada postingan tersebut saya mengomentari sedikit tentang kambing yang digolongkan ke dalam plasma nutfah, pada hal ada yang seharusnya masuk ke Sumber Daya Genetik Ternak (SDGT). Di postingan selanjutnya akan saya upload Kepmentan tentang “Kambing Kaligesing” yang di dalamnya tertulis dengan jelas SDGT bukan plasma nutfah.

Saya tahu dari dosen saya tentang perbedaan tersebut dan tertulis jelas di bukunya yang kalau diizinkan untuk dishare, akan saya share di blog ini.

Sapi Bali termasuk plasma nutfah, kambing kacang termasuk plasma nutfah, sapi Aceh termasuk plasma nutfah, burung Cendrawasih juga termasuk plasma nutfah, dan masih banyak lagi lho.

Sapi PO termasuk SDGT, kambing Kaligesing termasuk SDGT, kambing Boerka termasuk SDGT, sapi PFH termasuk SDGT, dan juga masih banyak lagi.

Dari contoh tersebut dapat kita tarik kesimpulan perbedaan plasma nutfah dan SDGT. Dimana plasma nutfah merupakan kekayaan yang dimiliki oleh suatu daerah dan memang berasal dari daerah tersebut serta merupakan galur murni. Nah kalau SDGT juga merupakan kekayaan yang dimiliki oleh suatu daerah akan tetapi bukan berasal dari daerah tersebut dan umumnya bukan galur murni walaupun masih galur murni tetap termasuk SDGT karena bukan asli dari daerah setempat.

Kalau kita flash back dimana kambing Kaligesing berasal dari India dan telah menyesuaikan dengan kondisi iklim Indonesia sehingga terbentuk rumpun baru yang masih galur murni dari Etawa. Kalau sapi Bali jelas merupakan plasma nutfah karena memang berasal dari Indonesia yaitu dari banteng liar di hutan Indonesia.

Nah begitulah perbedaannya. Ada yang mau berpendapat lain?

[eBook] Petunjuk Teknis Potensi Plasma Nutfah Kambing Lokal Indonesia

Kambing LokalSetelah vakum dari dunia blogging sejak lama & memang gak pernah eksis, haha…

Akhirnya ada waktu dan kesadaran untuk mencoba eksis kembali. Perjalanan menggunakan berbagai blog dan tema yang akan digunakan, aku rencanakan berakhir dengan yang satu ini (versi final). Semoga bisa eksis dan bermanfaat setidaknya buat diri sendiri…


Baiklah, karena sudah seperti orang gila (suka ngomong sendiri), akhirnya ebook pertama yang aku share sesuai dengan judul di atas. Buku ini hasil download saya di website-nya lolit kambing potong. Buku ini bercerita tentang bangsa-bangsa kambing “yang katanya” asli Indonesia. Baca pos ini lebih lanjut