[eBook] Modul SMK – Penanganan Daging

Untuk mendapatkan daging yang berkualitas baik, bukan hanya dilakukan pada saat pemeliharaan ternak termasuk di dalamnya manajemen pakan. Akan tetapi masih ada tahap lain yang harus dilewati untuk memenuhi syarat daging yang berkualitas. Pertanyaannya bagaimana caranya agar didapat kualitas daging yang baik tersebut jika manajemen pakan saja masih belum cukup?

Setelah pemeliharaan, kegiatan yang tidak kalah pentingnya dalam menghasilkan daging yang berkualitas yaitu dimulai dari tata cara pemindahan ternak, pemeriksaan ternak (ante mortem & post mortem), cara pemotongan ternak, penanganan daging setelah dipotong, dan seterusnya. Begitu banyak tahapan yang harus dilewati. Apakah ini menjadi hambatan bagi pelaku usaha penjual daging? Tentu saja tidak jika telah menjadi kegiatan rutin dan kesadaran yang tinggi akan kualitas daging yang dihasilkan. Namun jika semua ini dianggap menjadi beban, maka kualitas daging kita tetap akan seperti itu. Selama ini di Indonesia, masih banyak penanganan daging baik sebelum ternak dipotong maupun setelah ternak dipotong masih dianggap kurang memuaskan. Tidak heran jika kualitas daging yang dihasilkan oleh RPH (Rumah Potong Hewan) milik swasta jauh lebih baik dari pada milik rakyat maupun instansi pemerintah.

Australia melalui organisasi pecinta ternaknya berulang kali melayangkan protes kepada pemerintah Indonesia karena penanganan ternak yang diimpor dari Australia dianggap kurang bermoral. Benarkah seperti itu? Baca pos ini lebih lanjut