[eBook] Modul SMK – Menangani dan Memindahkan Ternak Ruminansia

Menangani dan Memindahkan Ternak RuminansiaSaat saya pertama membuka ebook ini, saya langsung berucap “paling sama dengan ebook (modul SMK) yang lain”. Ternyata memang sama secara susunan (format) akan tetapi pembahasannya lumayan oke. Tidak seperti ebook sebelumnya yang membahas pemindahan ternak tanpa memasukkan alat transportasi. Ebook ini membahas cukup detil apa-apa yag diperlukan saat memindahkan ternak. Bahkan recording pun dimasukkan ke dalam pembahasan. Surat-surat pengantar selama di perjalanan dari dinas terkait juga ditampilkan. Cara-cara teknis menggiring dan mengikat sapi tetap dibahas.

Oh iya yang membedakan antara modul SMK dengan ebook lain yang ada di blog ini yaitu di modul SMK ada soal-soal evaluasi sedangkan di ebook lain tidak ada. Jadi cocok juga bagi yang mau mengetes pemahaman setelah membaca. Kalau daya tangkapnya rendah seperti saya siap-siap saja skornya sangat memuaskan (untuk diejek) hahahaha.

Okelah, daftar isinya ada di bawah. Untuk mengunduh klik Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Modul SMK – Memindah, Menghitung, dan Memberi Pakan Pada Ternak

Modul SMK Memindah, Menghitung, dan Memberi Pakan Pada TernakDari judulnya saja tentu sudah pada tahu kan apa yang dibahas? Yaitu cara memindahkan ternak, cara yang dimaksud di sini yaitu bukan memindahkan ternak dengan kendaraan, tetapi lebih cenderung ke cara menggiring, mengikatkan tali ke ternak, dan seterusnya. Mengikatkan tali ke ternak juga ada tekniknya lho. Akan tetapi mengikat ternak pada hidungnya dianggap sebagai penyiksaan. Cara mengikat ini justru sudah begitu membudaya di masyarakat kita. Ya mau bagaimana lagi? Biarpun dikecam oleh para pecinta hewan, mereka juga tidak bisa melarang ya karena itu memang ternak milik orang lain. Ya mau diapakan saja terserah pemiliknya.

Hal ini mengingatkan saya akan adanya peraturan pemerintah untuk menuju swasembada daging yaitu pelarangan menyembelih ternak betina. Ya pemerintah hanya melarang, pada hal peternak juga butuh uang, jagal juga butuh uang, blantik juga butuh uang. Apa pemerintah memberikan solusi? Misal, peternak yang butuh uang, dia menjual ternaknya. Nah kebetulan ternaknya itu betina yang baik. Apa pemerintah tanggap untuk membeli ternaknya tersebut dengan harga yang setidaknya lebih tinggi atau sama dengan pasar dari pada dijual ke jagal untuk disembelih? Saya rasa jawabannya tidak. Toh pemerintah melarang, tetapi tidak mengawasi secara rutin, pada hal pemotongan ternak betina produktif hampir setiap hari terjadi di Rumah Potong Hewan (RPH). Kalau tidak percaya, survei saja dalam seminggu. Pasti akan tahu hasilnya.

Oh iya, untuk daftar isinya ada di bawah. Bagi yang mau mengunduh Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Modul SMK – Melaksanakan Pemerahan Susu

Modul SMK Melaksanakan Pemerahan SusuSeingat saya, dulu pernah memposting tentang penanganan susu. Nah di posting kali ini saya kembali share ebook dengan judul di atas. Pada modul SMK lebih banyak menyajikan tentang latihan. Materi yang disajikan menurut saya tidaklah terlalu banyak walau ketebalan halamannya mencapai 67 halaman. Tetapi cukup lumayan untuk sekadar dibuka dan siapa tahu referensi yang dicari ada di dalamnya.

Saya mencoba mengingat suatu iklan susu yang pernah ada di televisi yang mengatakan bahwa dengan teknik pemerahan tertentu akan menghasilkan rendah lemak atau rendah apa gitu. Saya lupa tetapi saya sangat yakin bahwa iklan tersebut antara tahun 2011 – 2012. Merek susunya juga saya lupa. Bagi yang tahu silahkan memberi tahu. Yang jelas susu tersebut rendah suatu kandungan tertentu. Nah yang ingin saya sampaikan, apa benar sih dengan teknik pemerahan tertentu bisa ditentukan tingginya kandungan suatu zat tertentu. Saya juga penasaran, tetapi yang jelas-jelas sangat mempengaruhi itu yan pakan dan jenis ternak perahnya. Kuantitas dan kualitas pakan jelas sangat-sangat mempengaruhi. Kemudian walaupun ternaknya sama tetapi bangsanya berbeda, tentu juga berbeda kandungan susunya. Di sini peranan gen sangat berpengaruh.

Mengingat rumus ilmu pemuliaan ternak yaitu

P = G + E, di mana Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Modul SMK – Penanganan Daging

Untuk mendapatkan daging yang berkualitas baik, bukan hanya dilakukan pada saat pemeliharaan ternak termasuk di dalamnya manajemen pakan. Akan tetapi masih ada tahap lain yang harus dilewati untuk memenuhi syarat daging yang berkualitas. Pertanyaannya bagaimana caranya agar didapat kualitas daging yang baik tersebut jika manajemen pakan saja masih belum cukup?

Setelah pemeliharaan, kegiatan yang tidak kalah pentingnya dalam menghasilkan daging yang berkualitas yaitu dimulai dari tata cara pemindahan ternak, pemeriksaan ternak (ante mortem & post mortem), cara pemotongan ternak, penanganan daging setelah dipotong, dan seterusnya. Begitu banyak tahapan yang harus dilewati. Apakah ini menjadi hambatan bagi pelaku usaha penjual daging? Tentu saja tidak jika telah menjadi kegiatan rutin dan kesadaran yang tinggi akan kualitas daging yang dihasilkan. Namun jika semua ini dianggap menjadi beban, maka kualitas daging kita tetap akan seperti itu. Selama ini di Indonesia, masih banyak penanganan daging baik sebelum ternak dipotong maupun setelah ternak dipotong masih dianggap kurang memuaskan. Tidak heran jika kualitas daging yang dihasilkan oleh RPH (Rumah Potong Hewan) milik swasta jauh lebih baik dari pada milik rakyat maupun instansi pemerintah.

Australia melalui organisasi pecinta ternaknya berulang kali melayangkan protes kepada pemerintah Indonesia karena penanganan ternak yang diimpor dari Australia dianggap kurang bermoral. Benarkah seperti itu? Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Agribisnis Teknik Ruminansia Jilid 2

Setelah meng-shared jilid pertama, kini saatnya yang jilid kedua. Pada jilid kedua pembahasannya lebih mendalam dan lebih teknis. Silahkan unduh bagi yang berminat dengan cara mengklik pada gambar. Jangan lupa klik “like” juga ya. Terima kasih….

Semoga bermanfaat minimal bagi diri sendiri….

Berikut ini gambar cover buku tersebut. Baca pos ini lebih lanjut