[Jurnal] JITV 1995 – 1996 Volume 1 (2)

Lagi-lagi saya harus mengingatkan bahwa jurnal ini dapat diunduh secara terpisah di website Balitnak. Saya hanya meggabungkannya saja dalam satu volume agar lebih ringkas. Pada edisi ini masih terdiri atas 12 jurnal dengan 70 halaman. Sebagian besar berbahasa Inggris yang dapat dilihat dari judul-judul di bawah ini. Selamat mengunduh semoga bermanfaat…

Bangga Menjadi Mahasiswa PeternakanBaca pos ini lebih lanjut

[eBook] Beternak Kambing Intensif

Di kata pengantar ebook ini, Kepala Balai menyebutnya bukan ebook atau buku akan tetapi brosur. Yang penting ini free dan dapat dijadikan referensi.

Setahu saya (sok tahu nih), kambing Etawa tinggal lama di Indonesia dan telah beradaptasi dengan iklim Indonesia kemudian disebut dengan Peranakan Etawa (masih murni darah Etawa akan tetapi sudah adaptasi dengan iklim Indonesia). Inilah yang dinamakan kambing PE dan kemudian disebut dengan kambing Kaligesing. Pendapat lain mengungkapkan persilangan dengan kambing Kacang dan mirip kambing Etawa disebut kambing PE, yang mirip kambing Kacang disebut kambing Bligon. Pendapat lain lagi menyebutkan bahwa kambing PE yang merupakan persilangan kambing Etawa dan kambing Kacang dikawinkan lagi dengan kambing Kacang (seingat saya istilahnya back cross, kalau salah mohon diingatkan), anaknya ini disebut dengan kambing Bligon.

Nah di ebook ini ada tambahan bangsa baru lagi yaitu kambing Manggala dan kambing Batang. Wah-wah… Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Petunjuk Teknis – Sistem Perbibitan Sapi Potong

Bibit Sapi PotongDalam dunia perbibitan ternak, banyak hal yang masih belum transparan di Indonesia. Maksud transparan disini, sistem perbibitan masih belum banyak diketahui masyarakat. Mau contoh? Ini saya beri satu contoh tetapi pada bidang perunggasan. Sistem perbibitan itu dibagi ke dalam beberapa tahap/kategori. Yang pertama yaitu Foundation Stock / Grand Parent Stock (GPS) (Kelompok Dasar), yang kedua Parent Stock (PS), yang ketiga yaitu Commercial Stock (CS). Pada bidang perunggasan, Indonesia tidak memiliki yang namanya GPS, Indonesia memiliki PS itu pun belum banyak. Yang paling banyak yaitu CS. Alasannya, jika kita memiliki ternak yang unggul tentu kita tidak mau menjualnya. Kita akan memeliharanya sampai berproduksi, kemudian anak atau hasil persilangannya yang akan dijual. Sedangkan GPS yang merupakan bibit unggul tentu akan dilestarikan, tidak peduli berapa harga yang ditawarkan oleh pembeli, pasti kalau kita bijak tidak akan dijual.

Tetapi sayangnya kambing Kaligesing atau yang dulunya bernama kambing Peranakan Etawa (PE) ras Kaligesing justru bibit unggulnya sudah banyak yang keluar dari Indonesia dan masuk ke Negara tetangga yaitu Malingsia. Eh salah, Malaysia. Ini terjadi karena peran oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab pada hal telah jelas larangan dari Pemerintah.

Baiklah, mungkin sebagian ada yang penasaran bagaimana sih sistem perbibitan yang benar itu? Baca saja ebook ini, mesti akan terbuka wawasan kita. Untuk mengunduh Baca pos ini lebih lanjut