[Jurnal] JITV 1995 – 1996 Volume 1 (3)

Kali ini saya menggabungkan jurnal dari Balitnak yang ketiga. Tidak seperti edisi sebelumnya yang memuat 12 jurnal. Jurnal kali ini hanya memuat 11 jurnal (kalau saya tidak salah hitung) dan terdiri dari 63 halaman. Nah langsung saja bagi yang mau mengunduh, saya ucapkan selamat mengunduh dan semoga bermanfaat…

Bangga Menjadi Mahasiswa PeternakanBaca pos ini lebih lanjut

[Jurnal] JITV 1995 – 1996 Volume 1 (2)

Lagi-lagi saya harus mengingatkan bahwa jurnal ini dapat diunduh secara terpisah di website Balitnak. Saya hanya meggabungkannya saja dalam satu volume agar lebih ringkas. Pada edisi ini masih terdiri atas 12 jurnal dengan 70 halaman. Sebagian besar berbahasa Inggris yang dapat dilihat dari judul-judul di bawah ini. Selamat mengunduh semoga bermanfaat…

Bangga Menjadi Mahasiswa PeternakanBaca pos ini lebih lanjut

[Jurnal] JITV 1995 – 1996 Volume 1 (1)

Jurnal ini dapat diunduh di websitenya Balitnak secara terpisah bukan per volume. Saya menggabungkannya dalam satu volume (edisi) sehingga lebih praktis. Tiap volumenya terdiri dari beberapa jurnal. Nah di volume ini terdiri dari 69 halaman dengan 12 jurnal. Selamat mengunduh semoga bermanfaat…

Bangga Menjadi Mahasiswa Peternakan

Untuk judul jurnalnya yaitu sebagai berikut : Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Beternak Kambing Intensif

Di kata pengantar ebook ini, Kepala Balai menyebutnya bukan ebook atau buku akan tetapi brosur. Yang penting ini free dan dapat dijadikan referensi.

Setahu saya (sok tahu nih), kambing Etawa tinggal lama di Indonesia dan telah beradaptasi dengan iklim Indonesia kemudian disebut dengan Peranakan Etawa (masih murni darah Etawa akan tetapi sudah adaptasi dengan iklim Indonesia). Inilah yang dinamakan kambing PE dan kemudian disebut dengan kambing Kaligesing. Pendapat lain mengungkapkan persilangan dengan kambing Kacang dan mirip kambing Etawa disebut kambing PE, yang mirip kambing Kacang disebut kambing Bligon. Pendapat lain lagi menyebutkan bahwa kambing PE yang merupakan persilangan kambing Etawa dan kambing Kacang dikawinkan lagi dengan kambing Kacang (seingat saya istilahnya back cross, kalau salah mohon diingatkan), anaknya ini disebut dengan kambing Bligon.

Nah di ebook ini ada tambahan bangsa baru lagi yaitu kambing Manggala dan kambing Batang. Wah-wah… Baca pos ini lebih lanjut

Ayo Uji Ilmu dan Wawasan Kita Tentang Dunia Peternakan!

Saya bukanlah orang yang pintar, saya mengakui hal itu, akan tetapi pada dasarnya manusia yang waras dan sehat itu tidak bodoh, hanya perlu belajar sesuai dengan keinginan dan bidangnya dan kemudian jika sudah menguasai akan disebut ahli (orang yang pintar nih). Kali ini saya mau mengajak teman-teman khususnya pelajar dan mahasiswa peternakan untuk mengetes kemampuan masing-masing, silahkan dinilai sendiri saja secara jujur. Saya akan membuat daftar soal yang umum dan kemungkinan besar, besok saat ujian skripsi maupun saat melamar kerja dan di masyarakat pun akan ditanya. Tidak sulit tetapi hanya perlu kita ingat selalu agar kita tidak dianggap sarjana atau akademisi yang “botol lampu” (Bodoh Tolol Lambat Pula). Ahihihi…

Sobat silahkan langsung dijawab tanpa membuka buku atau referensi apa pun, ini untuk mengetahui sejauh mana ilmu kita terhadap hal sepele di bidang peternakan…

Kalau pertanyaannya cocok untuk unggas, maka jawablah untuk unggas, kalau cocok untuk ruminansia, maka jawablah untuk ruminansia, dst. Jangan bertanya untuk bangsa apa. Akan tetapi bertanggung jawablah. Misal, sobat menjawab susu yang dihasilkan sapi 15 L, maka tanggung jawablah dengan menyebut bangsa ternak dan iklim. Kalau sapi FH tentu produksinya akan berbeda antara di Indonesia dengan di Belanda walau bangsanya sama. Akan tetapi kalau PFH tentu sama karena ada di iklim tropis Indonesia. Jawab juga dengan produksi maksimal yaitu dengan asumsi manajemennya baik. Berikut pertanyaannya :

  1. Sapi
  2. Kerbau
  3. Kuda
  4. Kambing
  5. Domba
  6. Kelinci
  7. Ayam
  8. Itik
  9. Mentok
  10. Angsa
  11. Puyuh
  12. Babi
  1. Kapan dan Berapa lama siklus birahi untuk ternak di atas?
  2. Kapan ternak sudah mencapai dewasa kelamin untuk jantan dan betina dari ternak di atas?
  3. Berapa bobot badan dan umur ternak yang tepat untuk dikawinkan untuk ternak di atas?
  4. Umur berapa dan saat sudah berproduksi ke berapa pengafkiran dilakukan?
  5. Berapa jam setelah birahi saat yang tepat untuk mengawinkan ternak?
  6. Berapa lama bunting dan mengeram ternak di atas?
  7. Berapa bobot normal anak yang dilahirkan/ditetaskan?
  8. Berapa bobot telur yang normal pada ternak unggas tersebut?
  9. Berapa bobot dewasa masing-masing ternak?
  10. Berapa produksi telur dan produksi susu ternak di atas dalam satu periode dan satu hari?
  11. Pada periode dan umur berapa puncak produksi masing-masing ternak?
  12. Ternak apa yang secara rata-rata memiliki kualitas susu paling baik?
  13. Berapa liter urine yang dihasilkan masing-masing ternak dan berapa banyak feses yang dihasilkan?
  14. Berapa rasio pejantan dan betina yang paling baik untuk pembibitan?
  15. Bagaimana membedakan antara ternak jantan dan betina pada unggas yang ada di atas?
  16. Bangsa sapi apa yang produksi susunya paling tinggi?
  17. Bangsa sapi apa yang PBBH-nya paling tinggi dan sapi apa yang bobotnya paling berat?
  18. Sebutkan macam-macam strain ayam yang teman-teman ketahui!
  19. Sebutkan ternak pedaging dan petelur untuk masing-masing unggas (ayam, itik, angsa, mentok, puyuh) (Kalau bisa lebih dari satu untuk masing-masing bangsa)
  20. Sebutkan ternak pedaging dan perah untuk bangsa domba, kambing, sapi, dan kerbau! (Kalau bisa lebih dari satu untuk masing-masing bangsa)
  21. Sebutkan macam-macam legum dan rumput!
  22. Secara umum legum apa yang paling baik dan rumput apa yang paling baik mencakup kandungan dan produktifitas serta kemudahan dalam perawatan?
  23. Berapa kebutuhan pakan untuk ternak di atas dari mulai kecil (bayi, pedet, cempe, dod, doc, dst.) sampai dewasa?
  24. Berapa luas kandang yang tepat untuk masing-masing ternak, sedangkan ternak unggas, berapa ekor untuk tiap meternya? (Dimulai dari kecil sampai dewasa)
  25. Berapa jumlah pertanyaan yang bisa teman-teman jawab secara tepat dan tidak ragu?

Bagaimana teman-teman dengan pertanyaan di atas? Tentu saja pertanyaan tersebut sangat umum dan wajib kita ketahui karena kita menyandang predikat sebagai “akademisi peternakan”. Nah kalau ada yang mau menambahkan dan mengkritisi, silahkan saja. Yang penting bertanggung jawab key…

Selamat Membuka Wawasan…

[eBook] Modul SMK – Mengawetkan Hijauan Pakan Ternak

Mengawetkan Hijauan Pakan TerakDi modul ini disampaikan tentang pengawetan hijauan pakan ternak. Sebagai mana yang kita ketahui bahwa di musim-musim kemarau tentu akan sulit untuk mendapatkan pakan hijauan dalam jumlah banyak. Sebaliknya di musim hujan hijauan pakan akan melimpah jumlahnya. Walau begitu belum tentu kualitas hijauan di musim penghujan akan lebih baik dari pada hijauan di musim kemarau. Hijauan di musim hujan akan lebih banyak kandungan airnya, dengan demikian bahan keringnya akan menurun. Yang saya ingat seperti itu. Hehe. Di musim kemarau kandungan air pada hijauan akan lebih sedikit sehingga kualitasnya lebih baik. Sebenarnya sih yang membedakan yaitu pada jumlah pemberiannya. Pada musim kemarau jumlah bahan kering yang dibutukan ternak ya tetap sama dengan musim hujan. Akan tetapi karena hijauan pada musim hujan kandungan airnya lebih banyak, maka penambahan hijauannya harus lebih banyak agar kebutuhan bahan kering tercukupi.

Di musim penghujan hijauan akan melimpah dan sebaliknya di musim kemarau. Bisa juga karena ingin sekali panen yang banyak namun tetap bisa awet dan tidak membusuk/menjamur. Strategi yang dilakukan yaitu dengan pengawetan hijauan. Pengawetan hijauan juga dapat meningkatkan kualitas hijauan itu sendiri apa lagi jika dilakukan penambahan bahan-bahan tertentu agar suatu proses tertentu (fermentasi) dapat lebih baik. Tetapi sebagian buku terkadang lupa mencantumkan bahwa pakan awetan yang diberikan sebaiknya harus langsung habis dalam sekali pemberian. Jadi walau pembuatannya dalam skala besar, tetapi dipisah-pisahkan dengan ruang tersendiri dan berbagai teknik lainnya yang intinya habis dalam sekali (1 hari) pemberian apabila sudah dibuka wadah tempat proses fermentasi. Semoga modul ini mencantumkan hal tersebut.

Daftar isi dapat dilihat di bawah. Untuk mengunduh Baca pos ini lebih lanjut

Apakah Peternak Dilindungi Pemerintah?

Hinata Pun Malu Sama Negeri IniAda yang menggelitik pikiran saya saat saya membaca berita “Harga Anjlok, Peternak Babi di Bali Demo“, “Sapi Australia Disetop Berdampak Positif Bagi Peternak Lokal“, “Australia Didesak Stop Permanen Ekspor Sapi ke Indonesia“, “RI Bisa Tambah Populasi Hewan Ternak“, “Cegah Wabah, Ternak di NTT Diberi “KTP”“, “Ternak Belum Diganti, Mana Janji Pemerintah?“, dan “50 Ribu Ternak Warga Korban Merapi Hilang“. Sebelumnya saya ingin mempertegas bahwa dalam tulisan kali ini tidak ada niat dari saya untuk menjelekkan citra pemerintah saat ini, akan tetapi saya hanya mencoba kritis melalui tulisan ini. Dosen saya berpesan bahwa sebagai mahasiswa ya memang harus kritis dan bahkan mahasiswa lah yang dapat melemparkan opini dan memberikan pengaruh bagi pemerintah.

Baiklah, saya akan memulai menyampaikan yang menggelitik pikiran saya dari informasi di atas yang bersumber dari okezone.com.

  1. Harga Anjlok, Peternak Babi di Bali Demo. Anjlok di sini buka karena turunnya minat konsumen terhadap produk akan tetapi lebih dikarenakan peranan orang besar alias siapa yang berkuasa dia yang menang. Mungkin itu ungkapan yang tepat menurut saya. Entah mengapa pemerintah hampir selalu satu langkah di belakang dari kondisi permasalahan yang ada di Indonesia dalam banyak bidang. Kali ini tentang pangan khususnya peternakan. Hampir tidak ada niatan dari pemerintah untuk melindungi peternak kecil. Baca pos ini lebih lanjut