[eBook] Agribisnis Itik Turi Bantul

Ebook ini melengkapi ebook yang sebelumnya dapat diunduh disini. Kalau di ebook sebelumnya pembahasan tentang cara penetasan dan pengolahan telur masih kurang atau bahkan tidak ada. Pembahasan di ebook ini lumayan mendalam. Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Modul SMK – Melaksanakan Pemerahan Susu

Modul SMK Melaksanakan Pemerahan SusuSeingat saya, dulu pernah memposting tentang penanganan susu. Nah di posting kali ini saya kembali share ebook dengan judul di atas. Pada modul SMK lebih banyak menyajikan tentang latihan. Materi yang disajikan menurut saya tidaklah terlalu banyak walau ketebalan halamannya mencapai 67 halaman. Tetapi cukup lumayan untuk sekadar dibuka dan siapa tahu referensi yang dicari ada di dalamnya.

Saya mencoba mengingat suatu iklan susu yang pernah ada di televisi yang mengatakan bahwa dengan teknik pemerahan tertentu akan menghasilkan rendah lemak atau rendah apa gitu. Saya lupa tetapi saya sangat yakin bahwa iklan tersebut antara tahun 2011 – 2012. Merek susunya juga saya lupa. Bagi yang tahu silahkan memberi tahu. Yang jelas susu tersebut rendah suatu kandungan tertentu. Nah yang ingin saya sampaikan, apa benar sih dengan teknik pemerahan tertentu bisa ditentukan tingginya kandungan suatu zat tertentu. Saya juga penasaran, tetapi yang jelas-jelas sangat mempengaruhi itu yan pakan dan jenis ternak perahnya. Kuantitas dan kualitas pakan jelas sangat-sangat mempengaruhi. Kemudian walaupun ternaknya sama tetapi bangsanya berbeda, tentu juga berbeda kandungan susunya. Di sini peranan gen sangat berpengaruh.

Mengingat rumus ilmu pemuliaan ternak yaitu

P = G + E, di mana Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Petunjuk Praktis – Manajemen Umum Limbah Ternak Untuk Kompos dan Biogas

Limbah? Bau dan kotor sudah pasti. Apa lagi ya? Yang pasti limbah itu merupakan hasil sisa dari suatu proses produksi. Limbah bisa menjadi hal yang menjijikkan bagi kalangan tertentu dan menjadi sumber penghidupan, sumber pendapatan, sumber penghasilan, bagi kalangan yang lain pula. Bagi kami para akademisi peternakan, limbah saat ini menjadi bahan pembelajaran dan akan menjadi sumber pendapatan setelah lulus kelak.

Banyak variasi cara mengelola limbah. Kompos, biogas, dan briket termasuk dalam pengelolaan limbah. Di ebook ini pembahasan yang disajikan sebata kompos dan biogas. Untuk kompos sudah banyak yang tahu bagaimana cara pengelolaannya. Hasil pengamatan saya di lapangan, ternyata yang memanfaatkan limbah untuk menjadi kompos begitu sedikit. Karena begitu sedikitnya, mereka yang terjun di bidang ini menjadi begitu sukses dan kaya karena saingan antar produsen begitu rendah.

Lain halnya dengan biogas, banyak sekali yang sudah mengerti cara kerjanya, tetapi yang melakukan juga masih sedikit. Untuk daerah Karesidenan Solo, biogas telah banyak dimanfaatkan oleh kelompok ternak. Salut buat mereka yang telah melaksanakan program biogas walau memang belum berjalan lancar. Seiring bertambahnya jumlah populasi ternak dan menumpuknya limbah, saya yakin pemanfaatan limbah menjadi biogas akan lebih diperhatikan lagi dan tentunya dinas terkait jangan hanya menonton dan membanggakan saat ada kunjungan datang dari Pemerintah Pusat. Berilah bantuan dan kontribusi. Bagi kelompok ternak juga jangan begitu cuek cuek bebek, hargailah para pelajar yang ingin terjun dan membantu di lapangan. Barang kali kami bisa membantu dan mempraktikkan ilmu yang kami dapat di bangku sekolah dan perkuliahan.

Mari kita saling bantu membantu dalam hal kebaikan

 تَعاَوَنُوْاعَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى

(Al-Maidah:2)

Bagi yang mau mengunduh Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Pedoman Teknis – Pemeliharaan Induk dan Anak Kambing Masa Pra-Sapih

Pedoman Teknis Pemeliharaan Induk dan Anak Kambing Masa PrasapihIni merupakan recommended ebook yang sangat lengkap sesuai dengan judulnya. Menurut saya, hanya satu kekurangan dari ebook ini yaitu kenapa ebook sebagus ini belum didaftarkan ke ISBN? Hanya itu saja, hehe… Sungguh, ebook ini bagus, mendalam, dan banyak rumus-rumus penting di dalamnya terkait kambing yang orang awam sekalipun mudah memahaminya. Isi dan pembahasannya tidak kalah dengan buku-buku praktis yang saat ini sedang populer baik itu di toko buku Gramedia, Social Agency, Togamas, dan toko buku lainnya.

Mengingat semakin banyaknya buku praktis yang menjamur dan pernah saya membeli dan membaca, setelah saya tahu ternyata penulis bukanlah berasal dari akademisi peternakan, melainkan hanya pengalaman lapangan dengan lulusan Sarjana Ekonomi (SE). Menurut saya tidaklah salah, akan tetapi kurang tepat saja karena alangkah lebih sopannya jika penerbit memilih penulis sesuai dengan bidang dan latar belakangnya. Walaupun seorang ahli lapangan, tetapi wawasan orang tersebut tentu berbeda dengan akademisi peternakan. Sebut saja keahlian menganalisis, uji laboratorium, dan soft skill lainnya. Hal ini mungkin sepele, tetapi penting menurut saya. Dengan semakin banyaknya orang berbicara yang bukan keahliannya dan hanya berdasarkan sumber pustaka, sungguh sangat menyedihkan. Bagaimana mungkin seorang dokter berbicara soal teknologi mesin? Bagaimana mungkin seorang ahli pertanian berbicara kesehatan hewan? Bagaimana mungkin seorang akuntan berbicara tentang psikologi? Nah, begitulah menurut saya, kalau kamu tidak sependapat dengan saya, ya tidak masalah karena inilah yang saling harga-menghargai dan bebas berpendapat tetapi bertanggung jawab dan memiliki dasar.

Kelupaan, bagi yang mau mengunduh Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Beternak Kambing Intensif

Beternak Kambing IntensifMenurut saya, ebook ini cukup lengkap pembahasannya dengan 60 halaman, walau begitu, ebook ini belum mendalam pembahasannya tetapi cukup layak untuk dijadikan panduan bagi pemula yang ingin terjun di usaha perkambingan Indonesia. Apresiasi perlu kita berikan kepada tim penulis dari Balai tersebut. Nah apa lagi teman? Sepertinya hari raya kurban sebentar lagi (padahal masih lama, hehe). Maksud saya cukup waktu untuk beternak kambing sambilan dan dijual saat idul adha. Ada waktu beberapa bulan yang dapat dimanfaatkan. Dengan pemeliharaan dimulai dari sekarang sepertinya akan panen tepat waktu saat idul adha.

Saya sendiri belum dapat memulai usaha ini karena saya anak kost, agak kesulitan mencari lahan, modal, dan waktu. Ya beginilah kalau orang yang malas, selalu saja ada alasan. Hehe… tapi benar lho, memang begitu kenyataannya. Oke, yang mau mengunduh Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Tropical Dairy Farming

Tropical Dairy FarmingTerdiri dari 313 halaman dan berbahasa Inggris, menjadikan buku ini referensi yang sangat baik bagi siapa pun. Secara menyeluruh saya belum membacanya, tetapi saat membutuhkan materi tertentu, saya akan membukanya. So kali ini saya share salah satu ebook terbaik yang saya miliki. Bagi yang fasih berbahasa Inggris, tentu tidak ada masalah dalam membacanya, akan tetapi bagi yang belum fasih mungkin ini salah satu alat untuk memperlancar bahasa Inggris. So, don’t be shy, keep trying and practicing your English.

Bagi yang mau mengunduh, klik Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Teknologi Pembibitan Ternak Sapi

Teknologi Pembibitan Ternak SapiDahulu pembibitan merupakan salah satu usaha di bidang peternakan yang kurang diminati oleh perusahaan besar feedlot. Namun sekarang dengan adanya peraturan dari pemerintah tidak ada alasan bagi perusahaan feedlot untuk mengelak dari pembibitan. Memang harus diakui bahwa usaha pembibitan berjalan sangat lambat dibandingkan dengan usaha peternakan lainnya. Namun dengan banyak investor dan modal yang besar, seharusnya tentu tidak menjadi kendala. Usaha pembibitan rakyat juga masih berjalan di tempat. Sehingga perusahaan sangat senang untuk mengimpor bibit bakalan dari negara lain.

Setiap bulan hampir sekitar 100.000 ekor sapi diimpor dari Australia. Dengan asumsi harga bobot hidup per kilogramnya Rp 20.000,00 dan rata-rata bobot yang diimpor 250 kg, maka uang yang harus dikeluarkan sebesar (20.000 x 250 x 100.000) yaitu 500 milyar rupiah. Apabila kurs 9.300 maka dollar yang dikeluarkan yaitu sekitar 53 juta dollar. Setiap bulan Indonesia mengeluarkan uang dollarnya untuk Australia sebanyak itu. Kalau menurut opini saya, hal tersebut sangat bodoh untuk dilakukan dan sayangnya sudah bertahun-tahun lamanya kegiatan impor ini terus berjalan.

Pemerintah benar-benar boros dan kurang tanggap dalam hal ini. Entah siapa yang hendak disalahkan. Yang jelas dengan uang sebesar 500 milyar rupiah, sudah cukup untuk membibitkan ternak sapi. Baca pos ini lebih lanjut