[eBook] Modul SMK – Mengawetkan Hijauan Pakan Ternak

Mengawetkan Hijauan Pakan TerakDi modul ini disampaikan tentang pengawetan hijauan pakan ternak. Sebagai mana yang kita ketahui bahwa di musim-musim kemarau tentu akan sulit untuk mendapatkan pakan hijauan dalam jumlah banyak. Sebaliknya di musim hujan hijauan pakan akan melimpah jumlahnya. Walau begitu belum tentu kualitas hijauan di musim penghujan akan lebih baik dari pada hijauan di musim kemarau. Hijauan di musim hujan akan lebih banyak kandungan airnya, dengan demikian bahan keringnya akan menurun. Yang saya ingat seperti itu. Hehe. Di musim kemarau kandungan air pada hijauan akan lebih sedikit sehingga kualitasnya lebih baik. Sebenarnya sih yang membedakan yaitu pada jumlah pemberiannya. Pada musim kemarau jumlah bahan kering yang dibutukan ternak ya tetap sama dengan musim hujan. Akan tetapi karena hijauan pada musim hujan kandungan airnya lebih banyak, maka penambahan hijauannya harus lebih banyak agar kebutuhan bahan kering tercukupi.

Di musim penghujan hijauan akan melimpah dan sebaliknya di musim kemarau. Bisa juga karena ingin sekali panen yang banyak namun tetap bisa awet dan tidak membusuk/menjamur. Strategi yang dilakukan yaitu dengan pengawetan hijauan. Pengawetan hijauan juga dapat meningkatkan kualitas hijauan itu sendiri apa lagi jika dilakukan penambahan bahan-bahan tertentu agar suatu proses tertentu (fermentasi) dapat lebih baik. Tetapi sebagian buku terkadang lupa mencantumkan bahwa pakan awetan yang diberikan sebaiknya harus langsung habis dalam sekali pemberian. Jadi walau pembuatannya dalam skala besar, tetapi dipisah-pisahkan dengan ruang tersendiri dan berbagai teknik lainnya yang intinya habis dalam sekali (1 hari) pemberian apabila sudah dibuka wadah tempat proses fermentasi. Semoga modul ini mencantumkan hal tersebut.

Daftar isi dapat dilihat di bawah. Untuk mengunduh Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Modul SMK – Menangani dan Memindahkan Ternak Ruminansia

Menangani dan Memindahkan Ternak RuminansiaSaat saya pertama membuka ebook ini, saya langsung berucap “paling sama dengan ebook (modul SMK) yang lain”. Ternyata memang sama secara susunan (format) akan tetapi pembahasannya lumayan oke. Tidak seperti ebook sebelumnya yang membahas pemindahan ternak tanpa memasukkan alat transportasi. Ebook ini membahas cukup detil apa-apa yag diperlukan saat memindahkan ternak. Bahkan recording pun dimasukkan ke dalam pembahasan. Surat-surat pengantar selama di perjalanan dari dinas terkait juga ditampilkan. Cara-cara teknis menggiring dan mengikat sapi tetap dibahas.

Oh iya yang membedakan antara modul SMK dengan ebook lain yang ada di blog ini yaitu di modul SMK ada soal-soal evaluasi sedangkan di ebook lain tidak ada. Jadi cocok juga bagi yang mau mengetes pemahaman setelah membaca. Kalau daya tangkapnya rendah seperti saya siap-siap saja skornya sangat memuaskan (untuk diejek) hahahaha.

Okelah, daftar isinya ada di bawah. Untuk mengunduh klik Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Mengelola Kandang & Peralatan Ayam Pedaging

Mengelola Kandang dan Peralatan Ayam PedagingKali ini saya tidak banyak memberi komen, hanya menginfokan saja bahwa jumlah halaman buku ini ada 15 halaman. Cukup ringkas dan tetap bermanfaat tentunya.

Berikut daftar isinya

Daftar isi

Klik cover untuk mengunduh, dan berkomentar ya. Terima kasih.

Semoga bermanfaat minimal bagi diri sendiri…

[eBook] Modul SMK – Memindah, Menghitung, dan Memberi Pakan Pada Ternak

Modul SMK Memindah, Menghitung, dan Memberi Pakan Pada TernakDari judulnya saja tentu sudah pada tahu kan apa yang dibahas? Yaitu cara memindahkan ternak, cara yang dimaksud di sini yaitu bukan memindahkan ternak dengan kendaraan, tetapi lebih cenderung ke cara menggiring, mengikatkan tali ke ternak, dan seterusnya. Mengikatkan tali ke ternak juga ada tekniknya lho. Akan tetapi mengikat ternak pada hidungnya dianggap sebagai penyiksaan. Cara mengikat ini justru sudah begitu membudaya di masyarakat kita. Ya mau bagaimana lagi? Biarpun dikecam oleh para pecinta hewan, mereka juga tidak bisa melarang ya karena itu memang ternak milik orang lain. Ya mau diapakan saja terserah pemiliknya.

Hal ini mengingatkan saya akan adanya peraturan pemerintah untuk menuju swasembada daging yaitu pelarangan menyembelih ternak betina. Ya pemerintah hanya melarang, pada hal peternak juga butuh uang, jagal juga butuh uang, blantik juga butuh uang. Apa pemerintah memberikan solusi? Misal, peternak yang butuh uang, dia menjual ternaknya. Nah kebetulan ternaknya itu betina yang baik. Apa pemerintah tanggap untuk membeli ternaknya tersebut dengan harga yang setidaknya lebih tinggi atau sama dengan pasar dari pada dijual ke jagal untuk disembelih? Saya rasa jawabannya tidak. Toh pemerintah melarang, tetapi tidak mengawasi secara rutin, pada hal pemotongan ternak betina produktif hampir setiap hari terjadi di Rumah Potong Hewan (RPH). Kalau tidak percaya, survei saja dalam seminggu. Pasti akan tahu hasilnya.

Oh iya, untuk daftar isinya ada di bawah. Bagi yang mau mengunduh Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Modul SMK – Melaksanakan Pemerahan Susu

Modul SMK Melaksanakan Pemerahan SusuSeingat saya, dulu pernah memposting tentang penanganan susu. Nah di posting kali ini saya kembali share ebook dengan judul di atas. Pada modul SMK lebih banyak menyajikan tentang latihan. Materi yang disajikan menurut saya tidaklah terlalu banyak walau ketebalan halamannya mencapai 67 halaman. Tetapi cukup lumayan untuk sekadar dibuka dan siapa tahu referensi yang dicari ada di dalamnya.

Saya mencoba mengingat suatu iklan susu yang pernah ada di televisi yang mengatakan bahwa dengan teknik pemerahan tertentu akan menghasilkan rendah lemak atau rendah apa gitu. Saya lupa tetapi saya sangat yakin bahwa iklan tersebut antara tahun 2011 – 2012. Merek susunya juga saya lupa. Bagi yang tahu silahkan memberi tahu. Yang jelas susu tersebut rendah suatu kandungan tertentu. Nah yang ingin saya sampaikan, apa benar sih dengan teknik pemerahan tertentu bisa ditentukan tingginya kandungan suatu zat tertentu. Saya juga penasaran, tetapi yang jelas-jelas sangat mempengaruhi itu yan pakan dan jenis ternak perahnya. Kuantitas dan kualitas pakan jelas sangat-sangat mempengaruhi. Kemudian walaupun ternaknya sama tetapi bangsanya berbeda, tentu juga berbeda kandungan susunya. Di sini peranan gen sangat berpengaruh.

Mengingat rumus ilmu pemuliaan ternak yaitu

P = G + E, di mana Baca pos ini lebih lanjut