Apakah Peternak Dilindungi Pemerintah?

Hinata Pun Malu Sama Negeri IniAda yang menggelitik pikiran saya saat saya membaca berita “Harga Anjlok, Peternak Babi di Bali Demo“, “Sapi Australia Disetop Berdampak Positif Bagi Peternak Lokal“, “Australia Didesak Stop Permanen Ekspor Sapi ke Indonesia“, “RI Bisa Tambah Populasi Hewan Ternak“, “Cegah Wabah, Ternak di NTT Diberi “KTP”“, “Ternak Belum Diganti, Mana Janji Pemerintah?“, dan “50 Ribu Ternak Warga Korban Merapi Hilang“. Sebelumnya saya ingin mempertegas bahwa dalam tulisan kali ini tidak ada niat dari saya untuk menjelekkan citra pemerintah saat ini, akan tetapi saya hanya mencoba kritis melalui tulisan ini. Dosen saya berpesan bahwa sebagai mahasiswa ya memang harus kritis dan bahkan mahasiswa lah yang dapat melemparkan opini dan memberikan pengaruh bagi pemerintah.

Baiklah, saya akan memulai menyampaikan yang menggelitik pikiran saya dari informasi di atas yang bersumber dari okezone.com.

  1. Harga Anjlok, Peternak Babi di Bali Demo. Anjlok di sini buka karena turunnya minat konsumen terhadap produk akan tetapi lebih dikarenakan peranan orang besar alias siapa yang berkuasa dia yang menang. Mungkin itu ungkapan yang tepat menurut saya. Entah mengapa pemerintah hampir selalu satu langkah di belakang dari kondisi permasalahan yang ada di Indonesia dalam banyak bidang. Kali ini tentang pangan khususnya peternakan. Hampir tidak ada niatan dari pemerintah untuk melindungi peternak kecil. Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Petunjuk Teknis – Sistem Perbibitan Sapi Potong

Bibit Sapi PotongDalam dunia perbibitan ternak, banyak hal yang masih belum transparan di Indonesia. Maksud transparan disini, sistem perbibitan masih belum banyak diketahui masyarakat. Mau contoh? Ini saya beri satu contoh tetapi pada bidang perunggasan. Sistem perbibitan itu dibagi ke dalam beberapa tahap/kategori. Yang pertama yaitu Foundation Stock / Grand Parent Stock (GPS) (Kelompok Dasar), yang kedua Parent Stock (PS), yang ketiga yaitu Commercial Stock (CS). Pada bidang perunggasan, Indonesia tidak memiliki yang namanya GPS, Indonesia memiliki PS itu pun belum banyak. Yang paling banyak yaitu CS. Alasannya, jika kita memiliki ternak yang unggul tentu kita tidak mau menjualnya. Kita akan memeliharanya sampai berproduksi, kemudian anak atau hasil persilangannya yang akan dijual. Sedangkan GPS yang merupakan bibit unggul tentu akan dilestarikan, tidak peduli berapa harga yang ditawarkan oleh pembeli, pasti kalau kita bijak tidak akan dijual.

Tetapi sayangnya kambing Kaligesing atau yang dulunya bernama kambing Peranakan Etawa (PE) ras Kaligesing justru bibit unggulnya sudah banyak yang keluar dari Indonesia dan masuk ke Negara tetangga yaitu Malingsia. Eh salah, Malaysia. Ini terjadi karena peran oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab pada hal telah jelas larangan dari Pemerintah.

Baiklah, mungkin sebagian ada yang penasaran bagaimana sih sistem perbibitan yang benar itu? Baca saja ebook ini, mesti akan terbuka wawasan kita. Untuk mengunduh Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Petunjuk Teknis – Perkandangan Sapi Potong

Kandang SapiKembali lagi hadir recommended ebook yang dapat dibaca maupun dijadikan rujukan. Sesuai dengan judulnya di atas, perkandangan sapi potong. Hampir semua aspek dalam perkandangan dibahas pada ebook ini. Untuk sapi perah, beberapa kandang memang ada persamaannya dengan sapi potong, akan tetapi ada hal yang membedakan misalnya pada sapi perah ada kamar susu, dan sebagainya. Sebenarnya, hampir semua kandang pada sapi hampir sama baik bentuk maupun strukturnya. Yang membedakan yaitu fungsinya. Baiklah, akan saya kemukakan pendapat saya. Misal, kandang pembesaran dara betina dengan kandang karantina dengan kandang pejantan. Apa ada yang membedakan secara spesifik? Tentu ada yaitu luasnya tergantung dari keinginan si peternak. Namun coba kita lihat lebih jauh, apa arah dari kandang berbeda? Tentu tidak, karena disesuaikan dengan sinar matahari. Berarti dalam satu peternakan/perusahaan, banyak kandang modelnya seragam, baik arah maupun bentuknya. Hanya saja fungsinya yang berbeda. Luas kandang normalnya untuk tiap ekor ternak yaitu 1 x 1,5 m/ekor. Namun jika pemilik ingin luas lebih juga tidak masalah, akan tetapi ada hal lain bisa dilihat bagaimana tingkat efisiensinya.

Nah, apa ada yang berpendapat lain tentang hal ini? Monggo berpendapat, mumpung di Negara kita berpendapat tidak dilarang. Namun berpendapat harus memiliki dasar yang dapat dipertanggung jawabkan. Untuk mengunduh Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Petunjuk Praktis – Perkandangan Sapi

Dalam usaha/industry peternakan dimana di dalamnya menyangkut pemeliharaan ternak, maka tidak mungkin lepas dari perkandangan. Banyak sekali manfaat yang diperoleh apabila memiliki perkandangan yang baik. Eit tunggu dulu, perkandangan yang baik itu tidak harus selalu mahal lho dan kandang yang mahal juga belum tentu bagus kalau tidak memperhatikan kaidah-kaidah pembuatan kandang. Emang ada ya kaidah-kaidah pembuatan kandang? Tentu ada donk. Mau dikasih satu contoh?

Baiklah, menentukan arah kandang. Ini termasuk dalam kaidah pembuatan kandang. Hayo, arah mana yang tepat? Kanan? Kiri? Utara? Selatan? Barat? Timur? Nah, mau tahu jawabannya, tunggu aja ebook-ebook selanjutnya yang membahas tentang perkandangan secara lengkap. Kalau ebook yang satu ini hanya membahas secara umum, tetapi sudah oke punya juga koq.

Baiklah, untuk mengunduh Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Manajemen Pemeliharaan Broiler

Ini salah satu recommended ebook menurut saya karena pembahasannya begitu detail dan sangat cocok bagi yang ingin memulai usaha ini atau membandingkan isi buku ini dengan usaha ayam broiler yang sedang dijalani. Saya juga tidak tahu dari mana dapatnya ebook ini, yang jelas ini free dan recommended. Seberapa lengkap isi buku ini? Baiklah nih saya kasih sedikit info informasi apa yang ada di dalam ebook ini. Baca pos ini lebih lanjut

Ternak Organik

Wah menjelang sore masih bingung mau ngapain. Padahal masih banyak tugas dan skripsi yang menanti. Berharap dengan menulis akan muncul inspirasi. Akhirnya dapat juga yaitu menulis di blog yang pastinya masih tentang itu-itu saja. Share ebooklah, share infolah, padahal yang seperti itu juga banyak di website atau media massa yang lain. Setidaknya hal yang bisa aku lakukan ya seperti itu.

Baiklah kali ini, enaknya menulis tentang “Ternak Organik”. Nama yang cukup asing dan aneh karena biasanya yang terdengar dengan kata “organik” yaitu bahan organik, sampah organik, tanaman organik, dan sebagainya. Lah kok bisa namanya “Ternak Organik”??? Let’s check it out… Baca pos ini lebih lanjut

Berita (Gosip) Di Bulan Ramadhan???

Bismillah…

(Kullun Amrin Dzi Balin Laa Yubda’u Bibismillahi Fahuwa Aqto’u)

Hari ini menjelang berbuka ingin sedikit membahas tentang gosip2 gitu deh tapi pers juga masuk. Teman, apa kegiatan2 berburuk sangka dibenarkan terutama di bulan ramadhan? Pasti semua menjawab tidak. Eit, jangan sampe menjawab iya lho itu namanya kita mendukung kegiatan yang tidak baik.

Trus teman, begitu banyak tantangan di bulan ramadhan apa lagi saat menonton tv entah itu film2 yang kurang mendidik, info2 yang tidak baik sampai berita2 juga mulai penuh dengan buruk sangka (suudzhon). Apa saya yang bersuudzhon ya? AstaghfirullahBaca pos ini lebih lanjut