[Jurnal] JITV 1995 – 1996 Volume 1 (2)

Lagi-lagi saya harus mengingatkan bahwa jurnal ini dapat diunduh secara terpisah di website Balitnak. Saya hanya meggabungkannya saja dalam satu volume agar lebih ringkas. Pada edisi ini masih terdiri atas 12 jurnal dengan 70 halaman. Sebagian besar berbahasa Inggris yang dapat dilihat dari judul-judul di bawah ini. Selamat mengunduh semoga bermanfaat…

Bangga Menjadi Mahasiswa PeternakanBaca pos ini lebih lanjut

[Jurnal] JITV 1995 – 1996 Volume 1 (1)

Jurnal ini dapat diunduh di websitenya Balitnak secara terpisah bukan per volume. Saya menggabungkannya dalam satu volume (edisi) sehingga lebih praktis. Tiap volumenya terdiri dari beberapa jurnal. Nah di volume ini terdiri dari 69 halaman dengan 12 jurnal. Selamat mengunduh semoga bermanfaat…

Bangga Menjadi Mahasiswa Peternakan

Untuk judul jurnalnya yaitu sebagai berikut : Baca pos ini lebih lanjut

Ayo Uji Ilmu dan Wawasan Kita Tentang Dunia Peternakan!

Saya bukanlah orang yang pintar, saya mengakui hal itu, akan tetapi pada dasarnya manusia yang waras dan sehat itu tidak bodoh, hanya perlu belajar sesuai dengan keinginan dan bidangnya dan kemudian jika sudah menguasai akan disebut ahli (orang yang pintar nih). Kali ini saya mau mengajak teman-teman khususnya pelajar dan mahasiswa peternakan untuk mengetes kemampuan masing-masing, silahkan dinilai sendiri saja secara jujur. Saya akan membuat daftar soal yang umum dan kemungkinan besar, besok saat ujian skripsi maupun saat melamar kerja dan di masyarakat pun akan ditanya. Tidak sulit tetapi hanya perlu kita ingat selalu agar kita tidak dianggap sarjana atau akademisi yang “botol lampu” (Bodoh Tolol Lambat Pula). Ahihihi…

Sobat silahkan langsung dijawab tanpa membuka buku atau referensi apa pun, ini untuk mengetahui sejauh mana ilmu kita terhadap hal sepele di bidang peternakan…

Kalau pertanyaannya cocok untuk unggas, maka jawablah untuk unggas, kalau cocok untuk ruminansia, maka jawablah untuk ruminansia, dst. Jangan bertanya untuk bangsa apa. Akan tetapi bertanggung jawablah. Misal, sobat menjawab susu yang dihasilkan sapi 15 L, maka tanggung jawablah dengan menyebut bangsa ternak dan iklim. Kalau sapi FH tentu produksinya akan berbeda antara di Indonesia dengan di Belanda walau bangsanya sama. Akan tetapi kalau PFH tentu sama karena ada di iklim tropis Indonesia. Jawab juga dengan produksi maksimal yaitu dengan asumsi manajemennya baik. Berikut pertanyaannya :

  1. Sapi
  2. Kerbau
  3. Kuda
  4. Kambing
  5. Domba
  6. Kelinci
  7. Ayam
  8. Itik
  9. Mentok
  10. Angsa
  11. Puyuh
  12. Babi
  1. Kapan dan Berapa lama siklus birahi untuk ternak di atas?
  2. Kapan ternak sudah mencapai dewasa kelamin untuk jantan dan betina dari ternak di atas?
  3. Berapa bobot badan dan umur ternak yang tepat untuk dikawinkan untuk ternak di atas?
  4. Umur berapa dan saat sudah berproduksi ke berapa pengafkiran dilakukan?
  5. Berapa jam setelah birahi saat yang tepat untuk mengawinkan ternak?
  6. Berapa lama bunting dan mengeram ternak di atas?
  7. Berapa bobot normal anak yang dilahirkan/ditetaskan?
  8. Berapa bobot telur yang normal pada ternak unggas tersebut?
  9. Berapa bobot dewasa masing-masing ternak?
  10. Berapa produksi telur dan produksi susu ternak di atas dalam satu periode dan satu hari?
  11. Pada periode dan umur berapa puncak produksi masing-masing ternak?
  12. Ternak apa yang secara rata-rata memiliki kualitas susu paling baik?
  13. Berapa liter urine yang dihasilkan masing-masing ternak dan berapa banyak feses yang dihasilkan?
  14. Berapa rasio pejantan dan betina yang paling baik untuk pembibitan?
  15. Bagaimana membedakan antara ternak jantan dan betina pada unggas yang ada di atas?
  16. Bangsa sapi apa yang produksi susunya paling tinggi?
  17. Bangsa sapi apa yang PBBH-nya paling tinggi dan sapi apa yang bobotnya paling berat?
  18. Sebutkan macam-macam strain ayam yang teman-teman ketahui!
  19. Sebutkan ternak pedaging dan petelur untuk masing-masing unggas (ayam, itik, angsa, mentok, puyuh) (Kalau bisa lebih dari satu untuk masing-masing bangsa)
  20. Sebutkan ternak pedaging dan perah untuk bangsa domba, kambing, sapi, dan kerbau! (Kalau bisa lebih dari satu untuk masing-masing bangsa)
  21. Sebutkan macam-macam legum dan rumput!
  22. Secara umum legum apa yang paling baik dan rumput apa yang paling baik mencakup kandungan dan produktifitas serta kemudahan dalam perawatan?
  23. Berapa kebutuhan pakan untuk ternak di atas dari mulai kecil (bayi, pedet, cempe, dod, doc, dst.) sampai dewasa?
  24. Berapa luas kandang yang tepat untuk masing-masing ternak, sedangkan ternak unggas, berapa ekor untuk tiap meternya? (Dimulai dari kecil sampai dewasa)
  25. Berapa jumlah pertanyaan yang bisa teman-teman jawab secara tepat dan tidak ragu?

Bagaimana teman-teman dengan pertanyaan di atas? Tentu saja pertanyaan tersebut sangat umum dan wajib kita ketahui karena kita menyandang predikat sebagai “akademisi peternakan”. Nah kalau ada yang mau menambahkan dan mengkritisi, silahkan saja. Yang penting bertanggung jawab key…

Selamat Membuka Wawasan…

[eBook] Modul SMK – Mengawetkan Hijauan Pakan Ternak

Mengawetkan Hijauan Pakan TerakDi modul ini disampaikan tentang pengawetan hijauan pakan ternak. Sebagai mana yang kita ketahui bahwa di musim-musim kemarau tentu akan sulit untuk mendapatkan pakan hijauan dalam jumlah banyak. Sebaliknya di musim hujan hijauan pakan akan melimpah jumlahnya. Walau begitu belum tentu kualitas hijauan di musim penghujan akan lebih baik dari pada hijauan di musim kemarau. Hijauan di musim hujan akan lebih banyak kandungan airnya, dengan demikian bahan keringnya akan menurun. Yang saya ingat seperti itu. Hehe. Di musim kemarau kandungan air pada hijauan akan lebih sedikit sehingga kualitasnya lebih baik. Sebenarnya sih yang membedakan yaitu pada jumlah pemberiannya. Pada musim kemarau jumlah bahan kering yang dibutukan ternak ya tetap sama dengan musim hujan. Akan tetapi karena hijauan pada musim hujan kandungan airnya lebih banyak, maka penambahan hijauannya harus lebih banyak agar kebutuhan bahan kering tercukupi.

Di musim penghujan hijauan akan melimpah dan sebaliknya di musim kemarau. Bisa juga karena ingin sekali panen yang banyak namun tetap bisa awet dan tidak membusuk/menjamur. Strategi yang dilakukan yaitu dengan pengawetan hijauan. Pengawetan hijauan juga dapat meningkatkan kualitas hijauan itu sendiri apa lagi jika dilakukan penambahan bahan-bahan tertentu agar suatu proses tertentu (fermentasi) dapat lebih baik. Tetapi sebagian buku terkadang lupa mencantumkan bahwa pakan awetan yang diberikan sebaiknya harus langsung habis dalam sekali pemberian. Jadi walau pembuatannya dalam skala besar, tetapi dipisah-pisahkan dengan ruang tersendiri dan berbagai teknik lainnya yang intinya habis dalam sekali (1 hari) pemberian apabila sudah dibuka wadah tempat proses fermentasi. Semoga modul ini mencantumkan hal tersebut.

Daftar isi dapat dilihat di bawah. Untuk mengunduh Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Petunjuk Teknis – Sistem Perbibitan Sapi Potong

Bibit Sapi PotongDalam dunia perbibitan ternak, banyak hal yang masih belum transparan di Indonesia. Maksud transparan disini, sistem perbibitan masih belum banyak diketahui masyarakat. Mau contoh? Ini saya beri satu contoh tetapi pada bidang perunggasan. Sistem perbibitan itu dibagi ke dalam beberapa tahap/kategori. Yang pertama yaitu Foundation Stock / Grand Parent Stock (GPS) (Kelompok Dasar), yang kedua Parent Stock (PS), yang ketiga yaitu Commercial Stock (CS). Pada bidang perunggasan, Indonesia tidak memiliki yang namanya GPS, Indonesia memiliki PS itu pun belum banyak. Yang paling banyak yaitu CS. Alasannya, jika kita memiliki ternak yang unggul tentu kita tidak mau menjualnya. Kita akan memeliharanya sampai berproduksi, kemudian anak atau hasil persilangannya yang akan dijual. Sedangkan GPS yang merupakan bibit unggul tentu akan dilestarikan, tidak peduli berapa harga yang ditawarkan oleh pembeli, pasti kalau kita bijak tidak akan dijual.

Tetapi sayangnya kambing Kaligesing atau yang dulunya bernama kambing Peranakan Etawa (PE) ras Kaligesing justru bibit unggulnya sudah banyak yang keluar dari Indonesia dan masuk ke Negara tetangga yaitu Malingsia. Eh salah, Malaysia. Ini terjadi karena peran oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab pada hal telah jelas larangan dari Pemerintah.

Baiklah, mungkin sebagian ada yang penasaran bagaimana sih sistem perbibitan yang benar itu? Baca saja ebook ini, mesti akan terbuka wawasan kita. Untuk mengunduh Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Petunjuk Teknis – Manajemen Perkawinan Sapi Potong

Sapi PotongSatu lagi recommended ebook yang dapat diunduh untuk kemudian dibaca. Hampir semua hal tentang perkawinan sapi disajikan di buku ini. Metode apa yang digunakan, apa kelebihan dan kekurangannya. Kapan saat mengawinkan sapi, dan lain sebagainya. Singkat kata, nyesel deh kalo yang sudah melihat ebook ini tidak membacanya karena buku ini benar-benar bagus & recommended menurut saya.

Sedikit review saya dari ebook ini. Dalam perkawinan alami, begitu lengkap dibahas baik itu perkawinan di kandang, di paddock, di kandang kelompok, dan di padang penggembalaan. Selanjutnya dibahas tentang kawin suntik (IB) baik menggunakan semen cair maupun semen baku. Dijelaskan juga tentang Service per Conception (S/C) dan lainnya. So, ayo dibaca…

Untuk mengunduh Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Petunjuk Praktis – Manajemen Umum Pembiakan Sapi Bali

Ebook kali ini membahas tentang sapi Bali lagi. Untuk ebook tentang sapi Bali yang sebelumnya dapat diunduh disini. Sesuai dengan judulnya, ebook yang satu ini khusus membahas tentang reproduksi, seleksi, dan manajemen perbibitan. Lho penerbitnya koq dari Balai Nusa Tenggara Barat ya? Actually, NTB termasuk gudang sapi Bali setelah Bali itu sendiri. Jumlah populasi sapi Bali di NTB sangat tinggi dibandingkan provinsi lain. Gak percaya? Buka aja BPS, nah nanti disitu tertera jumlah populasi ternak sapi Bali. Bagaimana apa tertarik untuk mengunduh dan membaca?

Baiklah untuk mengunduh Baca pos ini lebih lanjut