[Leaflet] Obat Alternatif Scabies Pada Ternak Kambing

Teman, saya ada sedikit cerita yang menurut saya sendiri cukup bermanfaat tentang bagaimana cara mengobati scabies, yang jelas ini suatu cara yang sangat ekstrem dan mungkin tidak sepantasnya dilakukan kecuali dalam keadaan yang sangat-sangat mendesak. Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Petunjuk Teknis Beternak Kambing Perah

Ini adalah sebuah ebook bagus yang ditulis oleh orang terkemuka di Balitnak Ciawi Bogor yaitu Bapak Sutama. Ebook ini bukan murni ebook akan tetapi hasil scan dari hard file buku beliau. Akan tetapi bukan saya yang men-scan lho karena itu melanggar hak cipta apa lagi dengan di-share begini. Ini ebook hasil unduhan saya di website Balitnak. Ebook ini tercecer per bab oleh karena itu dengan menggunakan software NitroPDF saya menggabungkan bab-bab yag tercecer tersebut menjadi satu kesatuan ebook, jadi menurut saya tidak ada pelanggaran hak cipta dalam hal ini.

Dikarenakan ebook ini hasil scan, maka kegiatan copy paste yang biasanya dilakukan mahasiswa untuk mencari pustaka, tentu akan sulit dan memerlukan waktu ekstra untuk dirubah dalam bentuk word maupun odt. Hehehe… ebook ini dapat digunakan sebagai panduan bagi orang awam sekali pun. Pembahasannya cukup lengkap walau ada beberapa hal yang kurang mendetail. Well, overall sudah sangat baik. Kalau di toko, buku petunjuk teknis yang lengkap dan lumayan tebal seperti ini harganya mencapai Rp 50.000,-. Hehehe. Bila masih dirasa ada yang kurang dari ebook ini, sobat bisa mengunduh ebook tentang kambing di blog ini, seingat saya ada beberapa yang saya upload…

Di ebook ini hal yang baru yang saya dapatkan yaitu anjuran pemerahan dilakukan 2 kali sehari. Hal ini sangat jarang dilakukan di peternakan Baca pos ini lebih lanjut

[eBook] Modul SMK – Mengawetkan Hijauan Pakan Ternak

Mengawetkan Hijauan Pakan TerakDi modul ini disampaikan tentang pengawetan hijauan pakan ternak. Sebagai mana yang kita ketahui bahwa di musim-musim kemarau tentu akan sulit untuk mendapatkan pakan hijauan dalam jumlah banyak. Sebaliknya di musim hujan hijauan pakan akan melimpah jumlahnya. Walau begitu belum tentu kualitas hijauan di musim penghujan akan lebih baik dari pada hijauan di musim kemarau. Hijauan di musim hujan akan lebih banyak kandungan airnya, dengan demikian bahan keringnya akan menurun. Yang saya ingat seperti itu. Hehe. Di musim kemarau kandungan air pada hijauan akan lebih sedikit sehingga kualitasnya lebih baik. Sebenarnya sih yang membedakan yaitu pada jumlah pemberiannya. Pada musim kemarau jumlah bahan kering yang dibutukan ternak ya tetap sama dengan musim hujan. Akan tetapi karena hijauan pada musim hujan kandungan airnya lebih banyak, maka penambahan hijauannya harus lebih banyak agar kebutuhan bahan kering tercukupi.

Di musim penghujan hijauan akan melimpah dan sebaliknya di musim kemarau. Bisa juga karena ingin sekali panen yang banyak namun tetap bisa awet dan tidak membusuk/menjamur. Strategi yang dilakukan yaitu dengan pengawetan hijauan. Pengawetan hijauan juga dapat meningkatkan kualitas hijauan itu sendiri apa lagi jika dilakukan penambahan bahan-bahan tertentu agar suatu proses tertentu (fermentasi) dapat lebih baik. Tetapi sebagian buku terkadang lupa mencantumkan bahwa pakan awetan yang diberikan sebaiknya harus langsung habis dalam sekali pemberian. Jadi walau pembuatannya dalam skala besar, tetapi dipisah-pisahkan dengan ruang tersendiri dan berbagai teknik lainnya yang intinya habis dalam sekali (1 hari) pemberian apabila sudah dibuka wadah tempat proses fermentasi. Semoga modul ini mencantumkan hal tersebut.

Daftar isi dapat dilihat di bawah. Untuk mengunduh Baca pos ini lebih lanjut