[eBook] Modul SMK – Proses Pemotongan Ternak di RPH

Pemotongan hewan (ternak) yang dilakukan secara brutal atau semena-mena di kalangan masyarakat semakin hari semakin menggila saja. Bukan hanya di RPH, akan tetapi terutama saat perayaan hari raya Idul Adha atau hari raya kurban yang notabene hari suci. Bukan hal yang baru lagi kebiasaan buruk seperti itu. Pemotongan tersebut umumnya juga disaksikan anak-anak kecil, yang menurut saya turut membentuk mental mereka untuk menjadi generasi brutal seperti orang tuanya yang memberikan contoh tersebut. Lalu gw harus ngomong waw gitu? Haha…

Hal yang tidak penting yang masih belum terjawab, yaitu apakah pemotongan yang brutal itu bersifat tidak manusiawi? atau tidak hewani? Benar-benar tidak penting apa yang saya tulis nih. Wkkk…

Suatu hari saya mengunduh tata cara pemotongan hewan sesuai islam yang kalau tidak salah diterbitkan oleh SNI atau Dirjen Peternakan. Saya lupa, tapi lain kali saya share. Nah, sudah sangat jelas dan bagus tata cara tersebut termasuk yang ada di ebook ini. Semoga generasi kita yang baru bisa menjadi lebih terhormat dalam memperilakukan hewan.

Tidak salah negara tetangga (Australia) yang memprotes Indonesia karena perbuatan brutal tersebut. Saya juga mendukung apa yang dilakukan para pecinta hewan untuk tidak melakukan perbuatan keji terhadap hewan. Akan tetapi saya sangat tidak sependapat dengan kelompok pecinta hewan yang melarang untuk mengkonsumsi protein hewani (daging), sungguh saya tidak sependapat. Agama saya (Islam) juga menganjurkan mengkonsumsi (tidak berlebihan), dokter juga menganjurkan, dan masih banyak segudang alasan. Justru para pecinta hewan yang lupa bahwa mereka tumbuh besar akibat mengkonsumsi susu yang mungkin berasal dari ternak.

Kembali ke pembahasan awal, suatu hari saya praktikum mata kuliah Abatoir dan mengunjungi RPH. Waw… Keren banget pemotongannya. Benar-benar sadis. Haha. Di RPH ternak besar (sapi), saat sapinya belum sepenuhnya mati, petugas langsung memulai melakukan pengulitan. Pada hal, sebaiknya dilakukan pengecekan terlebih dahulu yang tidak membutuhkan waktu lama. Betapa tidak sabarnya orang Indonesia. Kemudian di RPH kambing, saat setelah dilakukan penyembelihan, lehernya langsung dipatahkan, pada hal, darahnya masih mancur dengan derasnya. Sungguh brutalnya, luar biasa… Apa besok di akhirat ternak-ternak itu membalas ya? Kalau iya, waw tunggu saja…

Untuk itu, saya hanya bisa berharap semoga generasi selanjutnya tidak seperti itu, semoga saja.

Selamat mengunduh dengan klik cover dan berkomentar ya. Semoga bermanfaat minimal bagi diri sendiri…

Perihal Dede Ardiansyah Putra
Alumni Sarjana Peternakan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Berkomentar Please?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: