[eBook] Petunjuk Teknis Beternak Kambing Perah

Ini adalah sebuah ebook bagus yang ditulis oleh orang terkemuka di Balitnak Ciawi Bogor yaitu Bapak Sutama. Ebook ini bukan murni ebook akan tetapi hasil scan dari hard file buku beliau. Akan tetapi bukan saya yang men-scan lho karena itu melanggar hak cipta apa lagi dengan di-share begini. Ini ebook hasil unduhan saya di website Balitnak. Ebook ini tercecer per bab oleh karena itu dengan menggunakan software NitroPDF saya menggabungkan bab-bab yag tercecer tersebut menjadi satu kesatuan ebook, jadi menurut saya tidak ada pelanggaran hak cipta dalam hal ini.

Dikarenakan ebook ini hasil scan, maka kegiatan copy paste yang biasanya dilakukan mahasiswa untuk mencari pustaka, tentu akan sulit dan memerlukan waktu ekstra untuk dirubah dalam bentuk word maupun odt. Hehehe… ebook ini dapat digunakan sebagai panduan bagi orang awam sekali pun. Pembahasannya cukup lengkap walau ada beberapa hal yang kurang mendetail. Well, overall sudah sangat baik. Kalau di toko, buku petunjuk teknis yang lengkap dan lumayan tebal seperti ini harganya mencapai Rp 50.000,-. Hehehe. Bila masih dirasa ada yang kurang dari ebook ini, sobat bisa mengunduh ebook tentang kambing di blog ini, seingat saya ada beberapa yang saya upload…

Di ebook ini hal yang baru yang saya dapatkan yaitu anjuran pemerahan dilakukan 2 kali sehari. Hal ini sangat jarang dilakukan di peternakan karena peternak merasa saat sekali memerah saja susu yang dihasilkan sedikit apa lagi kalau 2 kali. Bahkan di tempat saya magang yang notabene merupakan gudangnya kambing Kaligesing, pemerahan hanya dilakukan sekali. Well, tentu ada alasan kuat dari Bapak Sutama menungkapkan hal tersebut. Silahkan baca saja ebook ini untuk mencari jawabannya.

Cara memerah disertai dengan gambar dan dijelaskan mana cara yang benar dan yang keliru. Cara memerah pada kambing jelas jauh berbeda dengan sapi. Menurut saya (subjektif) lebih mudah memerah sapi walau susunya banyak, tetapi tidak mudah capek. Sedangan pada kambing pemerahan mengandalkan jari, lengan sedikit sekali perannya sehingga bagi pemula jarinya akan cepat terasa pegal. Tetapi teman saya merasa lebih mudah memerah kambing. Ya karena itulah pendapat saya bersifat subjektif…

Seperti biasa, untuk mengunduh klik pada cover dan berkomentar ya. Saat saya buka statistik di blog saya, alhamdulillah banyak yang berkunjung tetapi tidak berkomentar sehingga tidak meninggalkan jejak. Harapan saya dengan berkomentar akan menjalin tali silaturahmi dan lebih mudah untuk share dalam hal yang lain terutama para pecinta dunia peternakan.

Semoga bermanfaat minimal bagi diri sendiri…


Perihal Dede Ardiansyah Putra
Alumni Sarjana Peternakan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Berkomentar Please?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: