[eBook] Beternak Kambing Intensif

Di kata pengantar ebook ini, Kepala Balai menyebutnya bukan ebook atau buku akan tetapi brosur. Yang penting ini free dan dapat dijadikan referensi.

Setahu saya (sok tahu nih), kambing Etawa tinggal lama di Indonesia dan telah beradaptasi dengan iklim Indonesia kemudian disebut dengan Peranakan Etawa (masih murni darah Etawa akan tetapi sudah adaptasi dengan iklim Indonesia). Inilah yang dinamakan kambing PE dan kemudian disebut dengan kambing Kaligesing. Pendapat lain mengungkapkan persilangan dengan kambing Kacang dan mirip kambing Etawa disebut kambing PE, yang mirip kambing Kacang disebut kambing Bligon. Pendapat lain lagi menyebutkan bahwa kambing PE yang merupakan persilangan kambing Etawa dan kambing Kacang dikawinkan lagi dengan kambing Kacang (seingat saya istilahnya back cross, kalau salah mohon diingatkan), anaknya ini disebut dengan kambing Bligon.

Nah di ebook ini ada tambahan bangsa baru lagi yaitu kambing Manggala dan kambing Batang. Wah-wah… semoga tidak menjadi salah kaprah lagi ya. kambing ini menurut ebook ini menyerupai keduanya (kambing PE dan kambiing Kacang). Yang lebih mirip kambing Kacang disebut kambing Batang dan yang mirip kambing PE disebut kambing Manggala.

Kalau begini, jujur saja, saya pribadi kesulitan untuk membedakan kambing Bligon, kambing Manggala, dan kambing Batang, ditambah lagi kambing Boerka yang mirip Kacang. karena hampir semuanya memiliki tampilan yang sama, terutama kambing Bligon dengan kambing Batang.

Aih-aih, bukan saya mau meributkan, akan tetapi ini juga penting untuk diluruskan agar bangsa kambing di Indonesia bisa seragam namanya walau daerahnya berbeda. Belakangan ini jenis dan bangsa ternak menjadi rancu akibat kebiasaan masyarakat yang sesuka hati memberikan nama, pada hal ada aturannya.

Ambil contoh lain, itik Mojosari itu di Sukoharjo tepatnya di Gatak, itu disebut itik Gatak karena masyarakat daerah tersebut sudah sangat lama membudidayakan ternak tersebut, sehingga mengakui ternak itu. Mau gak kalau ternak kita diakui Malaysia seperti kambing Kaligesing yang sudah diakui Malaysia sebagai ternak mereka. Kalau kita normal, tentu jawabnya “Tidak mau”. Kalau begitu kenapa kita suka mengaku-ngaku milik orang lain? Ini ambil satu contoh lagi, kambing PE di Sumatera Utara disebut masyarakat sebagai kambing Koplo.

Aih mak, ada-ada saja dan tidak menutup kemungkinan di tempat lain juga begitu. Bukan tidak boleh memberikan nama, boleh dan sah saja, akan tetapi menurut saya (subjektif) mohon tidak meninggalkan ilmunya si ternak itu, baik asalnya, namanya, dan sebagainya. Sehingga tidak menjadi rancu dimana sebenarnya hanya ada satu bangsa “A”, karena memiliki banyak nama menjadi bangsa B, C, D, dst. pada hal ternaknya hanya satu bangsa. So, bagi sobat yang mau berpendapat, silahkan saja yang penting bertanggung jawab yaitu punya dasar dalam berpedapat disertai dengan contoh yang nyata, agar ada bedanya kita dengan para politikus kotor yang ada di Gedung Mewah nan Megah di sana.

Coba kita ingat tentang sapi Bali, walau di mana pun ternak ini berada tetap saja dinamakan sapi Bali. Ini baru namanya fair (menurut saya yang subjektif). Bagaimana denganmu?

Kembali ke ebook ini, menurut saya isinya lumayan walau sebenarnya tdak jauh beda dengan petunjuk teknis lainnya. tetapi kita tetap harus menghargai karya orang lain ya…

Menurut saya ebook ini banyak membahas tentang cara penanaman HPT (Hijauan Pakan Ternak) sehingga hal itulah yang membedakan ebook ini dengan ebook lainnya. Inilah yang menjadi nilai plus ebook (brosur) ini. selamat membaca…

Untuk mengunduh, klik cover dan berkomentar ya agar kita bisa share hal yang lain, diskusi, serta menambah teman dan jalinan silaturahmi.

Semoga bermanfaat minimal bagi diri sendiri…

Perihal Dede Ardiansyah Putra
Alumni Sarjana Peternakan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Berkomentar Please?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: