Apa dan Untuk Siapa HAM itu?

“Itu melanggar HAM…” kalimat inilah yang sering dikumandangkan oleh masyarakat yang mengerti akan HAM saat melihat tragedi atau peristiwa yang sungguh tidak sesuai dengan hati nurani dan fitrahnya manusia. Bukan hanya itu, bahkan masyarakat yang kurang mengerti akan HAM juga sering mengungkapkan kalimat tersebut. Apa sebenarnya HAM itu dan untuk siapa? Apa kita sudah mendapatkan HAM itu sepenuhnya di negeri kita tercinta ini? Semua pertanyaan itu selalu muncul. Berbagai acara televisi seperti talkshow, berita, dan lain sebagainya bahkan acara yang begitu sangat diminati masyarakat yang ada di salah satu stasiun televisi swasta menjadi acara reguler yang dinanti masyarakat karena tema dan isinya hampir selalu berkaitan dengan HAM. Tak hanya itu, di acara tersebut bukan diisi oleh sembarang orang akan tetapi akademisi, politikus, pemeritah, lawyer, pakar hukum, narasumber, dan lain sebagainya. Masyarakat menjadi begitu terbuka wawasannya karena acara tersebut dan terkadang dibuat emosi karena pada akhirnya diskusi tersebut tidak terealisasi dan hilang begitu saja bagai sehelai bulu ditiup badai topan.

Mari kita ingat kembali peristiwa yang masih hangat di tahun 2012 ini yang sudah berbulan-bulan belum juga selesai. Bagaimana dengan peristiwa tahun-tahun sebelumnya, apakah sudah selesai? Bagaimana pula di tahun-tahun sebelumnya lagi, apakah sudah selesai? Satu jawaban untuk pertanyaan tersebut yaitu “Belum”. Berikut beberapa peristiwa yang sangat miris dan sangat tidak bermoral yang telah menimpa Indonesia.

  1. Mesuji, ini peristiwa yang paling menyayat hati. Sampai sekarang pun belum tahu bagaimana kelanjutan tragedi ini. Bagaimana nasib keluarga mereka, anak mereka, kebebasan mereka, belum ada jawaban pasti untuk hal ini dan jika telah diberi jawaban, maka jawaban tersebut entah kapan terealisasi.
  2. Almarhum Munir, beginilah nasib pejuang HAM di Indonesia. Penuh dengan tantangan, rintangan, bahaya, dan selalu menjadi sasaran empuk bagi mereka pelaku kejahatan HAM. Apa kasus ini sudah benar-benar selesai? Apa otak di balik peristiwa perginya Almarhum Munir sudah terungkap dengan sejelas-jelasnya? Bagaimana nasib keluarga Munir?
  3. Lumpur Lapindo, apa ada sangkut pautnya dengan HAM atau hanya politisasi agar terpaut dengan HAM? Coba tanyakan pada mereka yang terlibat dalam hal ini, kemudian tanyakan pula kepada korban lumpur Lapindo, apakah jawabannya sama?
  4. Masih banyak sederetan peristiwa di negeri kita ini yang masih belum terselesaikan dan bahkan belum tersentuh sama sekali. Jari-jemari kita bahkan tidak sanggup untuk menuliskan semuanya walau semangat masih tetap ada dan semoga selalu ada. Mungkin kalimat tersebut lebih pantas diungkapkan untuk kekecewaan terhadap pelanggaran HAM yang ada di Bumi Pertiwi.

Dari uraian tersebut, ada beberapa pertanyaan lagi yang muncul yaitu:

  1. Apakah HAM itu?
  2. Milik siapa HAM itu?
  3. Bagaimana nasib korban kejahatan HAM?
  4. Bagaimana nasib kelurga korban tersebut?
  5. Apakah kita mendapatkan HAM seutuhnya?
  6. Bagaimana solusinya?

Anak jalanan bukan pemilik HAM. Mereka tidak mendapatkan kehidupan yang layak seperti pendidikan, kartu pengenal, dan selalu dianggap “sampah” oleh sebagian masyarakat yang benar-benar telah terkunci hatinya. Orang miskin bukan pemilik HAM. Mereka sulit mendapatkan pendidikan yang layak. Kaum minoritas bukan pemilik HAM. Mereka sering menjadi korban dari kaum mayoritas. Masyarakat lemah bukan pemilik HAM. Mereka sering ditindas oleh penguasa baik secara langsung maupun kebijakan yang merugikan. Saya bukan pemilik HAM, juga bukan kamu, bukan kita pemilik HAM, tetapi HAM itu milik segelintir orang di sana. Siapa mereka? Mungkin kita hanya bisa menebak dan menduga, serta berprasangka buruk terhadap mereka. Kita tidak tahu siapa sebenarnya mereka. Tetapi kita tahu bahwa HAM itu milik mereka. Mereka yang punya kekuasaan, mereka yang punya kekayaan, mereka yang punya segalanya untuk berbuat kejahatan bagi saya, kamu, dan dia. Satu hal yang mereka lupakan, bahwa kita masih punya hati nurani, semangat, belas kasih, dan harapan yang tidak pernah mati. Harapan yang selalu terjaga sampai Hak Asasi Manusia (HAM) di Bumi Pertiwi dimiliki oleh semua masyarakat dan tak akan pernah padam walau sedetik.

Perlu melakukan reformasi di berbagai aspek untuk menegakkan HAM di Indonesia. Pendidikan, agama, dan hukum menjadi perhatian khusus untuk dilakukan perubahan. Hukum dapat dibeli, pendidikan sangat mahal, dan beribadah tidak tenang. Namun mengatakan jauh lebih mudah dari pada melakukan dikarenakan budaya KKN yang ada sudah sangat mengakar. Daun-daun yang bermekaran sudah tidak hijau, bunga-bunga sudah tidak lagi harum, buahnya tidak lagi manis, dan batangnya sudah keropos dipenuhi dengan hama KKN. Entah sampai kapan dan kapan pula dapat bersemi kembali dengan indah. Menebang pohon bukan menjadi solusi karena akan mengurangi pasokan oksigen (udara segar) dan tanah menjadi tandus. Lalu bagaimana?

Menghilangkan hamanya terlebih dahulu (menindak tugas oknum-oknum pelanggar HAM), memberikan pupuk dan zat hara yang baik (gencar melakukan kegiatan bermanfaat terkait HAM), kemudian baru didapat buah yang baik walaupun hanya satu, didapat daun yang hijau walaupun hanya satu, didapat batang yang bersih dari hama walau hanya satu ruas (Pejuang HAM), baru kemudian melakukan stek, cangkok, maupun tunas yang baik (melahirkan dan menularkan semangat HAM ke generasi muda). Hasilnya, pohon baru yang indah bersemi (Generasi yang mengerti HAM, tidak melakukan kejahatan HAM). Tapi Indonesia bukanlah pohon. Menganalogikan lebih mudah dan sederhana dari pada melakukan.

Sekali lagi, optimis perlu dijaga, semangat terus dikibarkan, demi perubahan yang lebih baik.

Perihal Dede Ardiansyah Putra
Alumni Sarjana Peternakan Universitas Sebelas Maret Surakarta

One Response to Apa dan Untuk Siapa HAM itu?

  1. Ping-balik: Apa dan Untuk Siapa HAM itu? | IHRBA | Indonesian Human Rights Blog Award

Berkomentar Please?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: