Perbedaan Beli Daging Di Indonesia & Negara Maju

Gambar tersebut kira-kira apa ya? Itu gambar bagian karkas sapi hasil browsing paman Google. Trus maksudnya Chuck, Rib, Brisket, dst itu apa? Karkas itu apa? Ya mungkin kata itu kurang bersahabat bagi sebagian kita. Mari kita diskusikan…

Saat sapi atau ternak lain selesai dipotong, maka dalam melakukan pembelahan daging pake klasifikasi tertentu. Dimana bagian-bagian tersebut memiliki cita rasa yg berbeda dan harga yg berbeda pula. Bagian-bagian tersebutlah yg disebut karkas.


Sedangkan bagian jeroan, kepala, kaki, kulit, ekor, tanduk, darah, dan apa lagi ya? Yah yg penting yg tidak ada di gambar itu, bukanlah bagian yg layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Begitulah kata masyarakat yg berada di negara maju. Dari bagian karkas tersebut diklasifikasi menjadi 3 kelas yg mana tiap kelas memiliki harga yg berbeda. Sedangkan bagian-bagian seperti jeroan dijual dan dikonsumsi untuk pakan hewan peliharaan.

Di negara kita tercinta dalam membeli daging tidaklah memandang klasifikasi tersebut. Harga daging per kilogramnya sama semua untuk hampir semua bagian kecuali jeroan dan kulit. Harga jeroan justru terkadang relatif lebih mahal. Jika dibandingkan dgn negara maju jeroan justru memiliki harga yg sangat murah dan digunakan untuk pakan hewan atau ternak peliharaan. Jadi jgn heran kalo kita beli jeroan banyak di negara maju dgn niat untuk kita makan malah akan ditanya seperti ini “Berapa banyak hewan peliharaannya koq banyak sekali membeli jeroannya?” mungkin kurang lebih spt itulah yg akan ditanyakan.

Bukan niat saya untuk menjelekkan bangsa kita ini, tapi memang spt itulah kenyataan yg ada. Bukan berarti bangsa kita kurang cerdas akan tetapi hal tersebut sudah menjadi budaya dan sangatlah sulit merubah budaya di negara kita ini. seperti halnya KH. Ahmad Dahlan yg begitu luar biasa dlm menghadapi dan mengatasi budaya buruk sampai berhasilnya beliau dgn mendirikan organisasi Muhammdiyah. Yg pernah nonton Sang Pencerah tentu akan tahu, hehe…

Sebagai contoh, organ hati berfungsi sbg t4 untuk melawan kuman, penawar racun dan zat-zat kurang baik, darah juga tempatnya kuman dan zat-zat yg tidak diperlukan tubuh dan sebagainya. Contoh tersebut merupakan sesuatu yg tidak layak dikonsumsi oleh manusia karena manfaat yg didapat tidaklah banyak. Yah memang spt itulah di negara kita. Boro-boro untuk mengkonsumsi protein secara terus-menerus, bisa mengkonsumsi protein hewani saja umumnya saat Hari Raya Idul Adha. Kalau pun kita ingin merubah ke arah yg lebih baik dalam hal ini, masyarakat perlu sebuah contoh dan reformasi serta revolusi khususnya pada budaya yg satu ini. Tugas mahasiswa sebagai Agen Pembaharu atau Agen Perubahan sangat diperlukan. Tapi lagi-lagi jutaan mahasiswa yg lulus tiap tahunnya belum mampu untuk mengatasi hal ini.

Menurut teman, bagaimana kita merubah hal yg spt ini? haruskah pemerintah membuat aturan khusus hanya untuk hal yg spt ini? atau kah dibiarkan saja, toh gak ada yg mati karena hal ini?

Haha… orang daging busuk dan gelonggongan aja masih marak bagaimana mengatasi hal yg spt ini? Akhirnya hal terbaik bagi saya saat ini adalah menyampaikan semampu saya dan melakukan minimal untuk diri sendri, keluarga, dan teman-teman dekat. Semoga kesadaran akan nutrisi dan gizi masyarakat kita menuju ke arah yg lebih baik sehingga bisa menghasilkan anak bangsa yg membanggakan dan mampu membawa Indonesia menuju ke arah yg lebih baik. Coba kita ingat teman bahwa setiap yg kita konsumsi akan sangat berpengaruh terhadap perilaku, sikap, dan kepribadian kita…


Perihal Dede Ardiansyah Putra
Alumni Sarjana Peternakan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Berkomentar Please?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: