Berita (Gosip) Di Bulan Ramadhan???

Bismillah…

(Kullun Amrin Dzi Balin Laa Yubda’u Bibismillahi Fahuwa Aqto’u)

Hari ini menjelang berbuka ingin sedikit membahas tentang gosip2 gitu deh tapi pers juga masuk. Teman, apa kegiatan2 berburuk sangka dibenarkan terutama di bulan ramadhan? Pasti semua menjawab tidak. Eit, jangan sampe menjawab iya lho itu namanya kita mendukung kegiatan yang tidak baik.

Trus teman, begitu banyak tantangan di bulan ramadhan apa lagi saat menonton tv entah itu film2 yang kurang mendidik, info2 yang tidak baik sampai berita2 juga mulai penuh dengan buruk sangka (suudzhon). Apa saya yang bersuudzhon ya? Astaghfirullah

Saya mengajak teman2 untuk berhati-hati dalam menonton tv terutama berita yang mungkin menjadi kegemaran bagi para aktivis dan mahasiswa. Saat ini sedang marak kasus wisma atlet dengan tokoh utama Bpk Nazaruddin yang telah menyeret beberapa nama dalam kasus ini melalui videonya yang cool itu dengan menggunakan skype. Mari kita cermati teman apa tanggapan para pers tentang itu? Maksudnya para pers masing2 stasiun tv mau menulis apa ya? Hum, setelah saya lihat dan menonton ternyata banyak ajakan untuk berburuk sangka terhadap para tokoh2 wisma atlet tersebut. Dari judul yang disampaikan saja sudah mengajak kita untuk berburuk sangka. Hati2 lho, mungkin hal ini terlihat sepele, tetapi menurut opini saya terkadang pers itu agak suka melebihkan. Tapi gak semua pers kok cuma beberapa aja kali. Tapi tetap aja menantang. Eit, hampir lupa ternyata pers media internet juga masuk lho.

Baiklah saya memberi contoh kurang lebih seperti ini. “Nazaruddin tertangkap, siapa yang was-was?” atau “Diduga tas hitam yang dibawa oleh Nazaruddin berisi dokumen2 terkait” atau “Siapa yang menginginkan kematian Nazaruddin?” Dan lain sebagainya….

Bagi temen2 yang menganggap hal ini adalah biasa, ya gak masalah sih itulah enaknya demokrasi kita bebas mengutarakan pendapat. Tapi saya berharap demokrasi kita ini tidaklah kebablasan. Sekadar kita ketahui bahwa menceritakan keburukan orang lain akan mengurangi nilai pahala kita.

Ditambah lagi dengan komentar kontroversial Bpk Marzuki Alie yang menurut beliau telah dipotong dan disalahartikan oleh pers. Kita tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Sebaiknya kita jangan sampai terbawa ke dalam opini yang tidak baik atau berprasangka buruk. Menurut ESQ yang ditulis Bpk Ginanjar bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah menghilangkan prasangka buruk bahkan terhadap hal yang buruk sekalipun. Cobalah untuk berprasangka baik agar hati kita menjadi tenang.

Yah seperti itulah menurut saya. Ada yang beranggapan lain??? Monggo…

Perihal Dede Ardiansyah Putra
Alumni Sarjana Peternakan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Berkomentar Please?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: